Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

BPKH Siap Bantu Pengembangan Kampung Haji jadi Penguatan Ekonomi Haji

Kepala BPKH Fadlul Imansyah mengatakan pengembangan Kampung Haji menjadi bagian dari arsitektur besar kedaulatan ekonomi haji nasional. 

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Wahyu Aji
zoom-in BPKH Siap Bantu Pengembangan Kampung Haji jadi Penguatan Ekonomi Haji
Istimewa
KAMPUNG HAJI - Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Fadlul Imansyah (pojok kiri). 

Menurut Arief, langkah ini bertujuan agar Indonesia tidak hanya menjadi pembeli musiman (procurement), tetapi memiliki posisi strategis dalam rantai nilai ekonomi tersebut melalui investasi. 

"Ini tahapan pertama untuk secara gradual melakukan pergeseran dari procurement ke investasi," tambahnya.

Dalam proses penetrasi pasar dan pembelajaran (learning curve), BPKH Limited masih memerlukan penguatan regulasi melalui revisi Undang-Undang Pengelolaan Keuangan Haji agar model investasi ekosistem dapat dijalankan lebih komprehensif. 

Revisi regulasi tersebut kini tengah diproses sebagai bagian dari penguatan tata kelola jangka panjang

Dari sisi pelayanan, legacy yang paling terasa adalah inisiatif penyediaan konsumsi pada fase pra dan pasca Armuzna. 

Selama bertahun-tahun, pada fase tersebut jemaah Indonesia tidak memperoleh layanan makan tiga kali sehari secara penuh.

"Tahun lalu kita melakukan perbaikan dalam kondisi yang sangat menantang. Banyak dapur tidak dapat beroperasi optimal, mobilisasi logistik terbatas, tetapi kebutuhan jemaah harus tetap diprioritaskan," ujar Arief.

Rekomendasi Untuk Anda

Indonesia merupakan negara dengan jumlah jemaah haji terbesar di dunia. Setiap tahun, lebih dari 200.000 jemaah berangkat ke Tanah Suci, belum termasuk sekitar 1,5 juta jemaah umrah. 

Baca juga: Wamenhaj: Jangan Sampai BPKH Jadi Calo Ekonomi Haji

Di balik ibadah yang sakral tersebut, tersimpan potensi ekosistem ekonomi global bernilai besar mulai dari hotel, konsumsi, transportasi, logistik, hingga berbagai layanan pendukung lainnya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas