Prabowo Hadiri KTT BoP, Pakar: Saat Bersalaman dengan Netanyahu Jangan Tampak Bersahabat
Prof. Hikmahanto Juwana memberi pesan kepada Presiden Prabowo Subianto yang akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Dewan Perdamaian Gaza.
Penulis:
Muhamad Deni Setiawan
Editor:
Facundo Chrysnha Pradipha
Ringkasan Berita:
- Prof. Hikmahanto Juwana memberi pesan kepada Presiden Prabowo Subianto yang akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Dewan Perdamaian Gaza.
- Hikmahanto menyatakan, Prabowo tak mungkin menghindari bersalaman dengan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu saat KTT Board of Peace berlangsung.
- Namun, dirinya berharap Prabowo jangan sampai menunjukkan gesture tampak bersahabat saat bersamalan dengan Netanyahu karena hal itu tidak baik di mata publik Indonesia.
TRIBUNNEWS.COM - Guru Besar Hukum Internasional dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI), Prof. Hikmahanto Juwana memberi pesan kepada Presiden RI, Prabowo Subianto yang akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Dewan Perdamaian Gaza alias Board of Peace (BoP).
Hikmahanto menyatakan, Prabowo tak mungkin menghindari bersalaman dengan Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu saat KTT Board of Peace berlangsung.
Namun, dirinya berharap Prabowo jangan sampai menunjukkan gesture tampak bersahabat saat bersamalan dengan Netanyahu karena hal itu tidak baik di mata publik Indonesia.
"Ketika Bapak Presiden nanti tanggal 19 Februari datang ke Amerika Serikat, pastilah beliau itu tidak mungkin menghindar untuk bersalaman dengan Netanyahu," ujar Hikmahanto Juwana dalam program On Focus yang tayang di YouTube Tribunnews, Senin (16/2/2026).
"Tetapi saya berharap bahwa beliau ketika memberikan salaman itu mukanya memang jangan kemudian kayak sangat bersahabat karena itu tidak baik di mata publik Indonesia," sambungnya.
Pasalnya, publik bisa menuduh Prabowo seolah-olah sudah berkongsi dengan Israel dan itu bisa ditentang oleh masyarakat Indonesia.
"Karena publik itu nantinya menuduh Bapak Presiden seolah-olah sudah berkongsi dengan pihak Israel dan itu tentu akan ditentang oleh rakyat," ucapnya.
Selain itu, Hikmahanto juga menyoroti rencana pengiriman 8.000 pasukan TNI ke Gaza, Palestina.
Ia menyayangkan bahwa informasi itu sudah beredar di media Israel sebelum Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memberikan keterangan kepada publik Indonesia.
"Jadi sepertinya media Israel lebih dahulu mengetahui bahwa kita akan mengirim (pasukan TNI), bahkan mereka menyebutkan bahwa Indonesia adalah negara pertama yang akan menyumbang ke ISF (International Stabilization Force) sementara yang lainnya belum," ucapnya.
Menurutnya, hal ini menandakan bahwa transparansi pemerintah kepada masyarakat masih kurang karena informasi awal justru didapatkan dari media Israel.
Baca juga: Prabowo Bertolak ke Amerika Serikat, Hadiri KTT Board of Peace
"Nah, ini menandakan bahwa transparansi pemerintah kepada rakyatnya ini agak kurang. Jadi justru kita mendapatkannya dari media-media luar negeri, terutama dari Israel," ungkapnya.
Prabowo Telah Bertolak ke AS
Diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah bertolak menuju Amerika Serikat (AS) dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (16/2/2026).
Dalam kunjungannya ini, Prabowo didampingi oleh Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.
Baca tanpa iklan