Peningkatan Kualitas Prajurit TNI AD yang Unggul Lewat Pendidikan Bintara Kesehatan
Penerimaan mahasiswa baru program Pendidikan Pertama Bintara Kesehatan dan Pendidikan Kejuruan Bintara Kesehatan TNI AD Gelombang II T.A 2025.
Penulis:
Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor:
Wahyu Aji
Ringkasan Berita:
- Penerimaan mahasiswa baru Program Pendidikan Pertama dan Pendidikan Kejuruan Bintara Kesehatan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat Gelombang II T.A 2025 guna meningkatkan kualitas SDM prajurit kesehatan.
- Program ini mencakup pendidikan dasar dan lanjutan untuk membentuk Bintara Kesehatan yang disiplin, profesional, serta kompeten dalam pelayanan kesehatan militer, termasuk melalui peran Pusat Pendidikan Infanteri sebagai satuan pendidikan pembentuk prajurit.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dalam mendukung peningkatan kualitas SDM unggul bagi prajurit TNI Angkatan Darat, Yayasan Cakra Inti Indonesia mempersiapkan fasilitasi penerimaan mahasiswa baru program Pendidikan Pertama Bintara Kesehatan dan Pendidikan Kejuruan Bintara Kesehatan TNI AD Gelombang II T.A 2025.
Program ini merupakan upaya strategis dalam memperluas akses layanan pendidikan tinggi di bidang kesehatan yang terintegrasi dengan pengembangan kapasitas, kompetensi, dan jenjang karier aparatur negara, khususnya prajurit TNI AD.
Ketua Yayasan Cakra Inti Indonesia, Mubarok, menyampaikan program ini merupakan bentuk kontribusi yayasan dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia TNI AD di bidang kesehatan.
Pihaknya pun berkomitmen untuk memfasilitasi akses pendidikan tinggi yang berkualitas bagi para siswa Pendidikan Bintara Kesehatan TNI AD.
“Kami meyakini bahwa prajurit kesehatan yang memiliki kompetensi akademik dan profesional akan menjadi aset strategis dalam mendukung tugas TNI AD serta pelayanan kesehatan bagi prajurit dan masyarakat,” ujar Dr. Mubarok, Selasa (17/2/2026).
Adapun, Pusat Pendidikan Infanteri merupakan satuan pendidikan di lingkungan TNI Angkatan Darat yang bertugas menyelenggarakan pendidikan dan pembentukan prajurit, termasuk pendidikan dasar dan pengembangan keahlian prajurit sesuai kebutuhan organisasi TNI AD.
Pusdikif berperan strategis dalam mencetak prajurit profesional, disiplin, dan memiliki kompetensi sesuai bidang tugas, termasuk dalam mendukung fungsi kesehatan militer.
Pendidikan Pertama Bintara Kesehatan TNI AD merupakan pendidikan dasar pembentukan prajurit TNI AD yang dipersiapkan untuk menjalankan tugas sebagai Bintara Kesehatan.
Pendidikan ini bertujuan membentuk prajurit yang memiliki disiplin militer, sikap profesional, serta kemampuan dasar di bidang pelayanan kesehatan militer, baik dalam tugas operasional maupun dukungan kesehatan di satuan.
Sementara itu, Pendidikan Kejuruan Bintara Kesehatan TNI AD merupakan pendidikan lanjutan yang difokuskan pada peningkatan keahlian teknis dan kompetensi profesional di bidang kesehatan.
Pendidikan ini dirancang untuk memperkuat kemampuan prajurit dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal, sesuai standar medis dan kebutuhan tugas TNI AD di lapangan.
Dalam program fasilitasi pendidikan tinggi ini, Yayasan Cakra Inti Indonesia mengarahkan peserta pada program studi di bidang kesehatan, antara lain keperawatan, administrasi rumah sakit, farmasi dan bidang kesehatan terapan lainnya yang relevan dengan tugas dan fungsi Bintara Kesehatan TNI AD.
Melalui program ini, Yayasan Cakra Inti Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis TNI Angkatan Darat dalam pengembangan pendidikan, peningkatan kompetensi prajurit, serta penguatan sistem kesehatan militer nasional.
Sebagai lembaga yang berkomitmen pada pembangunan sumber daya manusia unggul, Yayasan Cakra Inti Indonesia secara konsisten mendukung program peningkatan kualitas pendidikan nasional.
Baca tanpa iklan