Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Istana Prihatin Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Turun: PR Kita Bersama

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengaku prihatin atas turunnya Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia untuk tahun 2025.

Tribun X Baca tanpa iklan

Ringkasan Berita:
  • Mensesneg Prasetyo Hadi mengaku prihatin atas turunnya Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia untuk tahun 2025.
  • Prasetyo menyatakan bahwa korupsi merupakan masalah sistemik yang ada di Indonesia, tetapi semua pihak tak boleh lelah untuk melawan korupsi.
  • Dalam laporan terbaru TII, skor IPK Indonesia tahun 2025 tercatat berada di angka 34, turun 3 poin dari tahun sebelumnya yang berada di angka 37. 

TRIBUNNEWS.COM - Pihak Istana Kepresidenan melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengaku prihatin atas turunnya Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia atau Corruption Perception Index (CPI) untuk tahun 2025.

"Kita pertama tentu prihatin dan itu memang pekerjaan rumah (PR) kita bersama-sama," ucapnya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Prasetyo menyatakan bahwa korupsi merupakan masalah sistemik yang ada di Indonesia, tetapi semua pihak tak boleh lelah untuk melawan korupsi.

"Ini kan sudah sistemik ya, masalah korupsi ini dan itu memang yang harus kita terus kita enggak boleh capek, enggak boleh lelah untuk bagaimana kita mengurangi semaksimal mungkin segala tindak pidana korupsi," tegasnya.

Sebagai informasi, Transparency International Indonesia (TII) merilis IPK atau CPI untuk tahun 2025, Selasa (10/2/2026). 

CPI adalah sebuah indikator global yang disusun oleh organisasi Transparency International untuk mengukur tingkat persepsi korupsi di sektor publik pada berbagai negara.

Rekomendasi Untuk Anda

Dalam rilis tersebut, terlihat tren negatif di mana skor IPK Indonesia anjlok, sedangkan negara tetangga, Singapura, mempertahankan posisinya sebagai salah satu negara terbersih di dunia.

Dalam laporan terbaru TII, skor IPK Indonesia tahun 2025 tercatat berada di angka 34, turun 3 poin dari tahun sebelumnya yang berada di angka 37. 

Penurunan skor ini berdampak langsung pada posisi Indonesia di ranah global. 

Dari total 182 negara yang disurvei, Indonesia kini menempati peringkat 109, melorot 10 tingkat dibandingkan tahun 2024 yang berada di ranking 99.

"Berikut adalah skor CPI Indonesia di tahun 2025, skor Indonesia ada di angka 34. Skornya ada penurunan tiga poin, peringkatnya turun 10 peringkat," ujar Manajer Program TII, Ferdian Yazid, dalam konferensi pers daring, Selasa.

Baca juga: Kala Indeks Korupsi Anjlok: Jokowi Minta Kembali ke UU KPK Lama, Gibran Desak Koruptor Dimiskinkan

Dengan skor 34, posisi Indonesia kini sejajar dengan negara-negara seperti Aljazair, Nepal, Malawi, Sierra Leone, dan Bosnia & Herzegovina. 

Di kawasan Asia Tenggara, skor Indonesia bahkan setara dengan Laos.

Turunnya indeks korupsi Indonesia dinilai disebabkan oleh salah satunya adalah melemahnya independensi lembaga antikorupsi, khususnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak revisi undang-undang.

Sehingga, memengaruhi persepsi komitmen negara dalam pemberantasan korupsi.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas