Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Penghormatan Terakhir untuk Capt Hendrick Lodewyck Adam di TPU Situgede Bogor

Jenazah pilot Pelita Air Service, Capt Hendrick Lodewyck Adam, dimakamkan pada Jumat (20/2/2026) malam.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Penghormatan Terakhir untuk Capt Hendrick Lodewyck Adam di TPU Situgede Bogor
Tribunnews.com/Rahmat Hidayat/Tribunnews Bogor
PEMAKAMAN - Pilot Pesawat Charter Pelita Air Capt. Hendrick Lodewyck Adam (54) dimakamkan di TPU Situ Gede, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jumat (20/2/2026) malam. ( 

Ringkasan Berita:
  • Jenazah Capt Hendrick Lodewyck Adam, pilot PT Pelita Air Service, telah dimakamkan dengan penuh khidmat di TPU Situgede, Bogor, pada Jumat malam (20/2/2026).
  • Almarhum gugur setelah pesawat kargo Air Tractor 802 (PK-PAA) yang dikemudikannya jatuh di wilayah pegunungan Pabetung Remayo, Nunukan, Kalimantan Utara, pada Kamis (19/2/2026).
  • Kecelakaan terjadi saat pesawat dalam perjalanan kembali ke Tarakan setelah menyelesaikan misi distribusi BBM Satu Harga ke wilayah terpencil di Long Bawan.

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR - Suasana haru menyelimuti TPU Situgede, Cifor, Bogor Barat, saat jenazah pilot Pelita Air Service, Capt Hendrick Lodewyck Adam, dihantarkan ke tempat peristirahatan terakhirnya pada Jumat (20/2/2026) malam.

Prosesi pemakaman yang berlangsung khidmat tersebut menjadi momen perpisahan bagi sosok yang dikenal berdedikasi tinggi di dunia dirgantara.

Tangis dan doa mengiringi setiap langkah keluarga, kerabat dekat, hingga rekan sejawat yang hadir untuk memberikan penghormatan terakhir.

Kehadiran para kolega dari industri penerbangan menunjukkan betapa berartinya sosok mendiang di mata teman-teman seprofesinya selama mengabdi di Pelita Air Service.

“Semoga keluarga diberikan ketabahan, dan untuk almarhum insyaalah Husnul Khotimah,” ucap Dirut Pelita Air setelah prosesi pemakaman, seperti dikutip dari Tribun Bogor, Sabtu (21/2/2026).

Peristiwa duka ini berawal dari insiden jatuhnya pesawat Air Tractor 802 dengan nomor registrasi PK-PAA yang dikemudikan oleh Capt Hendrick.

Rekomendasi Untuk Anda

Pesawat tersebut dilaporkan hilang kontak dan ditemukan jatuh di kawasan pegunungan Pabetung Remayo, Krayan Timur, Nunukan, Kalimantan Utara, pada Kamis (19/2), saat sedang menjalankan tugas penyaluran BBM satu harga ke wilayah perbatasan.

Penyaluran tersebut merupakan bagian dari penugasan Pemerintah kepada Pertamina dalam memastikan ketersediaan energi yang merata di seluruh Indonesia.

Pesawat charter Air Tractor yang dioperasikan PT Pelita Air Service merupakan layanan kargo khusus untuk pengangkutan BBM Satu Harga ke sejumlah titik distribusi, antara lain di Kalimantan Utara dan Papua.

Pesawat charter Air Tractor yang dioperasikan PT Pelita Air Service merupakan layanan kargo khusus untuk pengangkutan BBM Satu Harga ke sejumlah titik distribusi, antara lain di Kalimantan Utara dan Papua.

Peristiwa tersebut terjadi setelah pilot menyelesaikan pendistribusian BBM ke Long Bawan dan dalam perjalanan kembali menuju Bandara Juwata, Tarakan. Musibah terjadi Kamis (19/2/2026) di Pa’ Betung, Kecamatan Krayan Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.  

Berkaitan dengan musibah tersebut, keluarga besar Pertamina menyampaikan duka mendalam. Duka disampaikan, karena dedikasi  dan pengabdian almarhum yang meninggal setelah menuntaskan tugasnya.

Pesawat Air Tractor milik Pelita Air Service yang disewa Pertamina telah mendukung penyaluran energi ke wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

Sebelumnya, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan di lokasi kejadian, bahkan memimpin Koordinasi Penanganan Musibah Pesawat Pelita Air dengan Kapolda Kaltara.

“Kami turut berduka cita. Sesaat setelah menerima kabar kecelakaan, saya selaku Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), langsung melakukan koordinasi intensif dengan jajaran Kepolisian dalam hal ini Kapolda Kaltara hingga Kapolres Nunukan untuk memastikan proses evakuasi berjalan cepat, aman, dan sesuai prosedur,” tuturnya.
 
“Keselamatan dalam seluruh proses menjadi prioritas utama, sehingga setiap tahapan dilakukan dengan perhitungan matang melalui koordinasi lintas instansi,” tambahnya.

Kronologi kejadian :

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas