Polemik LPDP dan Kisah Para Alumni yang Memilih Mengabdi untuk Indonesia
Polemik LPDP mencuat, 44 alumni melanggar kewajiban. Di tengah sorotan, kisah dokter hingga lurah tetap mengabdi untuk Indonesia.
Editor:
Glery Lazuardi
Ringkasan Berita:
- Video DS soal kewarganegaraan Inggris viral
- Menkeu Purbaya ancam tutup karier alumni yang hina Indonesia
- Dokter Theo mengabdi di Jepara
- Devi Ulumit bangkit dari kemiskinan, jadi Master ITB
- Alumni lain pilih pulang dan membangun daerah
TRIBUNNEWS.COM - Program Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tengah menjadi sorotan publik.
Polemik mencuat setelah seorang perempuan berinisial DS, pemilik akun Instagram @sasetyaningtyas, mengunggah video yang memperlihatkan paket berisi surat dari Home Office Inggris yang menyatakan anak keduanya resmi menjadi warga negara Inggris.
Dalam video tersebut, DS juga menunjukkan paspor Inggris yang diterima bersamaan dengan surat tersebut.
Ia menyebut bahwa anak-anaknya kelak akan diupayakan memiliki kewarganegaraan asing.
Unggahan itu viral di media sosial dan memicu perdebatan panjang mengenai komitmen penerima beasiswa negara terhadap Indonesia.
Menyusul polemik tersebut, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengambil sikap tegas.
Ia menyatakan akan menutup peluang karier di Indonesia bagi alumni LPDP yang viral karena menghina Indonesia.
Baca juga: Kontribusi Dipertanyakan, Tasya Kamila Jelaskan Peran dan Dedikasi sebagai Alumni LPDP
44 Alumni Teridentifikasi Melanggar Kewajiban
Di tengah kontroversi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) Kementerian Keuangan mengungkapkan data terbaru mengenai tingkat kepatuhan alumni LPDP.
Pelaksana Tugas Kepala BPPK Kemenkeu, Sudarto, menjelaskan bahwa hingga saat ini terdapat 44 penerima beasiswa LPDP yang teridentifikasi melanggar kewajiban untuk kembali dan mengabdi di Indonesia.
“Kami sudah melakukan penelitian terhadap mungkin lebih dari 600 awardee, dan dari jumlah tersebut yang sudah ditetapkan sanksi termasuk pengembalian itu 8 orang, 36 lagi sedang dalam proses,” ujar Sudarto dalam konferensi pers APBN Kita, Senin (23/2/2026).
Sebagai informasi, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) merupakan program beasiswa penuh di bawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia yang membiayai studi magister (S2) dan doktoral (S3), baik di dalam maupun luar negeri.
Beasiswa ini mencakup biaya pendidikan, biaya hidup, serta dukungan akademik dengan syarat utama penerima kembali ke Indonesia dan berkontribusi bagi negara.
Di tengah sorotan terhadap sejumlah pelanggaran, terdapat pula kisah-kisah alumni yang memilih mengabdi di berbagai pelosok negeri.
Baca juga: Sosok Arya Iwantoro, Suami Dwi Sasetyaningtyas Penerima Beasiswa LPDP, Anak Eks Petinggi Kementan
Dokter Theo di Jepara: Mengabdi di Ujung Utara Jawa
Theofilus Ardy Pradana, dokter spesialis penyakit dalam di RSUD dr Rehatta, Kecamatan Kelet, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, merupakan salah satu alumni LPDP yang memilih pulang dan mengabdi.
Dalam unggahan media sosialnya, Theo—sapaan akrabnya—menegaskan komitmennya.
Baca tanpa iklan