Bertemu Menteri P2MI, Menko PM Cak Imin Targetkan 500 Ribu Lulusan SMK-SMA Kerja ke Luar Negeri
Cak Imin menargetkan pemberangkatan 300 ribu hingga 500 ribu tenaga kerja terampil ke berbagai negara melalui program SMK Go Global.
Penulis:
Fahdi Fahlevi
Editor:
Adi Suhendi
Ringkasan Berita:
- Cak Imin menargetkan pemberangkatan 300 ribu hingga 500 ribu tenaga kerja terampil ke berbagai negara melalui program SMK Go Global
- Cak Imin dan Mukhtarudin juga menggelar rapat bersama para duta besar secara daring
- Pemerintah mendorong peningkatan mutu kurikulum SMK agar berstandar internasional
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (PM) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menargetkan pemberangkatan 300 ribu hingga 500 ribu tenaga kerja terampil ke berbagai negara melalui program SMK Go Global.
Hal itu disampaikan setelah rapat koordinasi dengan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Kepala BP2MI Mukhtarudin terkait program SMK Go Global di Kantor Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Cak Imin dan Mukhtarudin juga menggelar rapat bersama para duta besar secara daring.
Pertemuan tersebut membahas prospek pasar kerja dan persiapan pemberangkatan tenaga kerja terampil minimal lulusan SMK dan SMA.
"Menyangkut prospek pasar dan persiapan pemberangkatan tenaga kerja skill, minimal lulusan SMK dan SMA, untuk bisa bekerja sebanyak-banyaknya di sektor-sektor yang memberi keuntungan banyak kepada para pekerja kita," ujar Cak Imin.
Baca juga: Menko PM Cak Imin Lantik Dirut BPJS Kesehatan Baru Purnawirawan TNI Prihati Pujiwaskito
Dalam program ini hanya dikhususkan kepada calon pekerja migran dengan kualifikasi minimal lulusan SMK dan SMA.
"Beberapa persiapan tenaga pekerja migran kita yang bisa direkrut. Tapi syarat yang boleh direkrut minimal SMK dan SMA. Di bawah SMK, SMA, kita tidak ikut merekomendasikan," katanya.
Pemerintah juga melakukan verifikasi terhadap lembaga pelatihan dan pendidikan vokasi, baik milik swasta maupun kementerian dan lembaga negara.
Baca juga: Gus Ipul Rapat Koordinasi dengan Cak Imin dan Kepala BPS, Soroti Soal PBI
Langkah ini bertujuan menyiapkan tenaga kerja terampil sesuai kebutuhan pasar global, seperti welder, sektor hospitality, dan tenaga kesehatan.
Di sisi lain, pemerintah mendorong peningkatan mutu kurikulum SMK agar berstandar internasional.
SMK yang menyiapkan lulusan untuk bekerja di luar negeri diminta mengikuti standar sertifikasi global dan terintegrasi dengan ekosistem pelatihan, sertifikasi, serta pembiayaan.
Cak Imin menyebut, kebutuhan anggaran untuk program ini tengah dituntaskan.
Dirinya optimistis mulai April hingga September 2026 pemberangkatan tenaga kerja terampil sudah bisa dilakukan secara bertahap ke berbagai negara.
"Target tentu sebanyak-banyaknya. Minimal 300 sampai 500 ribu," pungkasnya.
Baca tanpa iklan