Ada Jemaah Umrah Tertahan di Luar Negeri, AMPHURI Terus Koordinasi dengan Pihak Terkait
AMPHURI juga akan mengidentifikasi dan mendata pengusaha travel/biro umrah Indonesia yang jemaahnya masih tertahan di luar negeri.
Penulis:
Rizkianingtyas Tiarasari
Editor:
Nuryanti
Ringkasan Berita:
- Ribuan jemaah umrah Indonesia masih tertahan di Arab Saudi maupun di negara lain seiring meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang dipicu serangan AS-Israel ke Iran mulai Sabtu (28/2/2026) lalu.
- AMPHURI menyebut, pihaknya pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk Kemenhaj RI, terkait masih tertahannya ribuan jemaah umrah di luar negeri.
- AMPHURI juga akan mengidentifikasi pengusaha travel/biro umrah yang jemaahnya masih tertahan di luar negeri.
TRIBUNNEWS.COM - Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) menyebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk Kementerian Haji dan Umroh RI (Kemenhaj), mengenai masih tertahannya ribuan jemaah umrah di luar negeri.
Eskalasi konflik di Asia Barat (Timur Tengah) dipicu oleh serangan Amerika Serikat (AS)-Israel ke Iran yang dimulai pada Sabtu (28/2/2026) lalu menyebabkan terganggunya lalu lintas udara di kawasan tersebut setelah sejumlah negara menutup ruang udara mereka.
Hal ini pun menyebabkan jemaah umrah asal Indonesia tertahan di Arab Saudi maupun di sejumlah negara lain. sehingga belum bisa segera pulang ke Tanah Air.
Juru bicara Kemenhaj RI Ichsan Marsha menjelaskan, ada puluhan ribu jemaah asal Indonesia yang tertahan di Arab Saudi.
"58 ribu lebih jamaah kita masih tertahan di Arab Saudi," kata Ichsan dikutip dari tayangan di kanal YouTube Kompas TV, Minggu (1/3/2026).
Ichsan menjelaskan bahwa sementara ini para jemaah umroh asal Indonesia masih bertahan. Sampai Minggu (3/1/2026) belum ada jemaah yang pulang ke tanah air.
"Informasi terakhir karena memang ada beberapa penundaan penerbangan diinformasikan jamaah kita masih berada di tanah suci di Arab Saudi," ujar Ichsan.
Anggota AMPHURI yang Jemaahnya Tertahan Masih Didata
Ketua Bidang Umrah Dewan Pengurus Pusat (DPP) AMPHURI Ahmad Barakwan menyatakan, pihaknya juga akan mengidentifikasi dan mendata pengusaha travel/biro umrah yang jemaahnya masih tertahan di luar negeri.
"AMPHURI masih mendata dulu, kemarin juga sudah ada pendataan dari Kementerian Haji, jadi AMPHURI juga berkoordinasi dengan pihak terkait," kata Ahmad saat dihubungi Tribunnews.com, Senin (2/3/2026) malam.
"Yang paling penting kita harus tahu dulu, anggota-anggota AMPHURI yang jemaahnya masih tertahan di luar negeri."
Baca juga: Timur Tengah Memanas, Kemenhaj Perkirakan Masih Ada 60 Ribu Jemaah Umrah akan Berangkat Hingga April
Ahmad menyebut, jemaah umrah yang masih tertahan di Arab Saudi cenderung lebih aman, karena tinggal menunggu kepulangan.
Menurutnya, para jemaah dapat melakukan diskusi lagi dengan pihak travel penyelenggara untuk mencari solusi.
"Kalau jamaah [tertahan] di Arab Saudi masih aman, mereka tinggal menunggu kepulangan, kalaupun masih ada yang belum bisa pulang, itu risiko pengusaha, tetapi masih bisa dibicarakan dengan para jamaah umroh, ini solusinya gimana," jelas Ahmad.
"Karena kalau dari pihak penerbangan tidak mengizinkan, kayak Etihad atau lainnya, maka mau nggak mau jamaah menginap di hotel, nah itu bisa dikondisikan antara jamaah dengan pihak travel, gimana baiknya. Kan ini force majeure, bukan kesalahan travel."
Akan tetapi, Ahmad mengaku, pihaknya masih belum mengetahui kondisi para jemaah yang tertahan di negara lain selain Arab Saudi dan tidak bisa pulang.
Baca tanpa iklan