Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Ray Rangkuti Sebut Kemunculan Sjafrie Sjamsoeddin Mirip SBY di Pilpres 2004

Ray Rangkuti nilai kemunculan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin di bursa bakal capres 2029 akan mengulang tragedi politik Tahun 2004 lalu.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Ray Rangkuti Sebut Kemunculan Sjafrie Sjamsoeddin Mirip SBY di Pilpres 2004
Istimewa
DISKUSI PILPRES - Diskusi publik yang digelar DPP Indonesia Youth Congress bertajuk "Posisi Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dalam Pilpres 2029: Jabatan Strategis dan Modal Politik" di Tamarin Hotel, Jakarta Pusat. 
Ringkasan Berita:
  • Nama Sjafrie mengemuka sebagai bakal calon presiden di Pilpres 2029 menurut hasil survei.
  • Ray Rangkuti nilai kemunculan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin di bursa bakal capres 2029 akan mengulang tragedi politik Tahun 2004 lalu.
  • SBY saat itu merupakan Menteri kabinet dari Presiden Megawati yakni Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Indonesia (2001-2004). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat Politik sekaligus Direktur Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti khawatir kemunculan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin di bursa bakal capres 2029 akan mengulang tragedi politik Tahun 2004 lalu.

Saat itu, kata Ray, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) muncul sebagai lawan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri di Pilpres 2004.

Padahal, tutur Ray, SBY saat itu merupakan Menteri kabinet dari Presiden Megawati yakni Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Indonesia (2001-2004). 

"Apa mungkin akan terjadi tragedi 2004 yang lalu? Apa tragedi 2004 itu? seorang perwira TNI yang menjadi anggota kabinet ketika ditanya oleh Megawati, eh Ente mau maju apa enggak? ia menjawab tidak, tapi terus bergerak di bawah untuk mempopulerkan namanya," ujar Ray dalam diskusi yang diselenggarakan DPP Indonesia Youth Congress di Tamarin Hotel, Jakarta, Senin (2/3/2026).

Megawati, kata Ray, kala itu menyerah dan memecat SBY dari Menko Polkam.

Hanya saja, keputusan Megawati tersebut menguntungkan SBY karena namanya makin melambung.

"Nyerah-lah Ibu mega, keluarlah pemecatan, begitu pemecatan dikeluarkan, namanya melambung tinggi dan korban politik pertama dari ibu mega. Lalu dia (SBY) tangkap kesempatan bentuk partai Demokrat melaju di Pilpres 2004 melawan Mega dan ia (SBY) menang," jelas dia.

Rekomendasi Untuk Anda

Ray mengaku ragu jika kisah SBY terjadi pada  Sjafrie Sjamsoeddin.

Pasalnya, siklus 20 tahunan sudah lewat. 

Hanya saja, kata Ray, segala kemungkinan bisa terjadi dalam politik sehingga layak ditunggu dinamika jelang Pilpres 2029.

"Apakah kisah sama akan terjadi? Tentu tidak, sebab siklusnya sudah 20 tahun, tahun 2004 (kejadian SBY), sekarang 2026 dan sekarang pertarungannya 2029. Jadi 2029 itu sudah 25 tahun dan di Indonesia siklus politik itu umumnya terjadi 20 tahunan. Apakah Sjafrie akan melakukan siklus 20 tahunan seperti yang dilakukan SBY tahun 2004, kita tunggu tanggal mainnya," pungkas Ray.

Nama Sjafrie mengemuka sebagai bakal calon presiden di Pilpres 2029 menurut survei IPI yang dipublikasikan Februari 2026.

Posisi strategisnya sebagai Menhan adalah jabatan penting yang memberi eksposur politik dan jaringan luas.

Dia juga dikenal  memiliki mentalitas kuat dan kepemimpinan yang tegas.

 

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas