Ketua MPR: RI Bisa Keluar dari BoP, tapi atas Kesepakatan Bersama
Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyampaikan bahwa Indonesia bisa kapan saja keluar dari keanggotaan Board of Peace bentukan Amerika Serikat.
Penulis:
Muhamad Deni Setiawan
Editor:
Bobby Wiratama
Poin pembicaraan pada pertemuan itu, tegasnya, adalah mengenai BoP dan kesiagaan Indonesia untuk menghadapi situasi politik dunia yang sekarang ini sedang memanas.
Menlu: RI Tetap di BoP
Pemerintah Indonesia memutuskan tetap berada dalam BoP walaupun muncul desakan dari sejumlah pihak agar Indonesia mundur di tengah eskalasi serangan AS-Israel ke Iran.
“Kita tetap di BOP,” ujar Menteri Luar Negeri RI Sugiono usai menghadiri pertemuan Presiden Prabowo Subianto bersama lintas tokoh di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa malam.
Sugiono juga mengungkapkan telah menerima telepon dari Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Aragchi terkait konflik yang tengah berlangsung melawan AS-Israel.
Dalam telepon itu, Sugiono mengatakan dirinya menyampaikan posisi Indonesia dan mendengar gambaran langsung dari pemerintah Iran.
“Beliau (Menlu Iran) menelepon saya, kemudian menjelaskan posisi Iran,” kata Sugiono.
Sugiono menyampaikan bahwa dalam percakapan itu pihaknya menegaskan sikap Indonesia yang menyesalkan kegagalan perundingan yang berujung pada eskalasi konflik.
Pemerintah Indonesia juga menekankan pentingnya integritas dan kedaulatan wilayah serta perlunya kembali ke meja perundingan sebagai solusi damai.
“Kami menyampaikan juga sikap Indonesia bahwa kita menyesalkan perundingan yang terjadi kemudian gagal, yang berakibat pada terjadinya eskalasi,” ujarnya.
Dia mengatakan Indonesia menekankan sejumlah prinsip utama dalam hubungan internasional, termasuk penghormatan terhadap kedaulatan negara dan penolakan terhadap konflik yang berkepanjangan.
“Kemudian kita juga menekankan kembali pentingnya untuk kembali ke meja perundingan,” imbuhnya.
Sugiono juga menegaskan bahwa Indonesia telah menyampaikan keinginan Prabowo untuk turut serta dalam upaya meredakan ketegangan di kawasan tersebut, termasuk jika kedua belah pihak bersedia menerima peran sebagai mediator.
“Kita menawarkan kesiapan kita, menawarkan diri kita. Itu saja ya,” tandasnya.
(Tribunnews.com/Deni)
Baca tanpa iklan