Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Dasco Ajak Masyarakat Sipil Perkuat Persatuan Nasional

Dasco mengajak masyarakat sipil memperkuat persatuan nasional agar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Chaerul Umam
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Dasco Ajak Masyarakat Sipil Perkuat Persatuan Nasional
HO/IST
PERSATUAN NASIONAL - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengajak masyarakat sipil memperkuat persatuan nasional agar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memiliki ruang dan waktu untuk menunaikan berbagai janji pembangunan. Hal itu disampaikannya saat memberikan pidato penutup dalam seminar nasional bertajuk “Prabowonomics, Demokrasi dan Arah Republik ke Depan” yang digelar di Aula Barat Institut Teknologi Bandung, Kamis (5/3/2026). 

Dalam paparannya, Syahganda menyebut gagasan dalam bukunya berangkat dari pemikiran kerakyatan yang ia pelajari sejak aktif sebagai mahasiswa di ITB.

“Kami digodok di sini. Para aktivis yang dibentuk di kampus ini tak pernah gentar untuk terus berjuang membela kebenaran. Kami dipupuk oleh pemikiran dan ideologi kerakyatan Soekarno," ucapnya.

Ia juga menilai gagasan kerakyatan tersebut tercermin dalam kepemimpinan Presiden Prabowo.

“Cuma Soekarno dan Prabowo yang saya rasakan sebagai pemimpin dengan ideologi kerakyatan yang kuat. Hingga di atas 70 tahun usianya, jiwa kerakyatan Prabowo tidak pernah bisa diragukan," ujarnya.

Perdebatan dan Kritik

Diskusi dalam seminar berlangsung cukup dinamis. Rocky Gerung, misalnya, menekankan pentingnya kritik terhadap kebijakan publik dalam sistem demokrasi.

“Kebijakan memang harus selalu diinterupsi agar ia tidak menjadi monolitik,” katanya.

Menurut Rocky, istilah Prabowonomics kini telah menjadi bagian dari perdebatan ekonomi politik di Indonesia.

Rekomendasi Untuk Anda

“Tugas intelektual adalah membedahnya. Bahkan mungkin mempertengkarkannya," ucapnya.

“Kalau 70 persen anggota kabinet tidak mengerti Prabowonomics, itu masalah rekrutmen," imbuhnya.

Sementara itu, Hetifah Sjaifudian dalam sambutannya menyebut Syahganda sebagai salah satu tokoh yang berpengaruh dalam perjalanan politiknya.

“Ada satu orang dalam hidup saya yang berhasil memprovokasi saya menjadi politisi,” katanya.

Menurut Hetifah, judul buku Menggugat Republik mencerminkan karakter Syahganda sebagai sosok yang konsisten menyuarakan kritik terhadap arah perjalanan bangsa.

Baca juga: Pakar Uraikan Strategi Big Bang-Big Push di Balik Konsep Prabowonomics

“Dia penggugat yang tidak pernah lelah menggugat dan mengubah arah sejarah," tandasnya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas