Dasco Ajak Masyarakat Sipil Perkuat Persatuan Nasional
Dasco mengajak masyarakat sipil memperkuat persatuan nasional agar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Penulis:
Chaerul Umam
Editor:
Wahyu Aji
Dalam paparannya, Syahganda menyebut gagasan dalam bukunya berangkat dari pemikiran kerakyatan yang ia pelajari sejak aktif sebagai mahasiswa di ITB.
“Kami digodok di sini. Para aktivis yang dibentuk di kampus ini tak pernah gentar untuk terus berjuang membela kebenaran. Kami dipupuk oleh pemikiran dan ideologi kerakyatan Soekarno," ucapnya.
Ia juga menilai gagasan kerakyatan tersebut tercermin dalam kepemimpinan Presiden Prabowo.
“Cuma Soekarno dan Prabowo yang saya rasakan sebagai pemimpin dengan ideologi kerakyatan yang kuat. Hingga di atas 70 tahun usianya, jiwa kerakyatan Prabowo tidak pernah bisa diragukan," ujarnya.
Perdebatan dan Kritik
Diskusi dalam seminar berlangsung cukup dinamis. Rocky Gerung, misalnya, menekankan pentingnya kritik terhadap kebijakan publik dalam sistem demokrasi.
“Kebijakan memang harus selalu diinterupsi agar ia tidak menjadi monolitik,” katanya.
Menurut Rocky, istilah Prabowonomics kini telah menjadi bagian dari perdebatan ekonomi politik di Indonesia.
“Tugas intelektual adalah membedahnya. Bahkan mungkin mempertengkarkannya," ucapnya.
“Kalau 70 persen anggota kabinet tidak mengerti Prabowonomics, itu masalah rekrutmen," imbuhnya.
Sementara itu, Hetifah Sjaifudian dalam sambutannya menyebut Syahganda sebagai salah satu tokoh yang berpengaruh dalam perjalanan politiknya.
“Ada satu orang dalam hidup saya yang berhasil memprovokasi saya menjadi politisi,” katanya.
Menurut Hetifah, judul buku Menggugat Republik mencerminkan karakter Syahganda sebagai sosok yang konsisten menyuarakan kritik terhadap arah perjalanan bangsa.
Baca juga: Pakar Uraikan Strategi Big Bang-Big Push di Balik Konsep Prabowonomics
“Dia penggugat yang tidak pernah lelah menggugat dan mengubah arah sejarah," tandasnya.
Baca tanpa iklan