Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Google Doodle Peringati Hari Perempuan Internasional 8 Maret 2026

Pada 8 Maret 2026, Google Doodle memperingati Hari Perempuan Internasional yang dilatarbelakangi oleh perjuangan kaum hawa akan kesetaraan hak.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Google Doodle Peringati Hari Perempuan Internasional 8 Maret 2026
Google
GOOGLE DOODLE - Tangkapan layar Google, Minggu (8/3/2026). Pada 8 Maret 2026, Google Doodle memperingati Hari Perempuan Internasional yang dilatarbelakangi oleh perjuangan kaum hawa akan kesetaraan hak. 
Ringkasan Berita:
  • Hari ini, 8 Maret 2026 merupakan Hari Perempuan Internasional (International Women's Day).
  • Hari Perempuan Internasional adalah hari untuk merayakan pencapaian perempuan sekaligus mendorong kesetaraan hak, kesempatan, dan perlindungan bagi perempuan di seluruh dunia.
  • Hari peringatan ini berawal dari berbagai aksi dan gerakan perempuan pada awal abad ke-20 yang menuntut hak yang setara, terutama terkait kondisi kerja yang lebih baik, upah yang adil, serta hak memilih dalam pemilu.

TRIBUNNEWS.COM - Google Doodle hari ini memperingati Hari Perempuan Internasional/Hari Perempuan Sedunia (International Women's Day).

Hari ini, Google menampilkan logo Google dengan desain bergaya ilustrasi sains dan geometri, menggunakan gradasi warna ungu, biru, dan merah muda yang terlihat modern serta futuristik.

Tanggal 8 Maret 2026 merupakan peringatan yang ke-115 sejak ditetapkannya Hari Perempuan Internasional pada 8 Maret 1911.

Huruf “G” di bagian kiri dibuat sederhana dengan warna gradasi. Setelah itu, huruf “o” pertama diganti dengan bentuk kubus transparan yang di dalamnya terdapat gelombang seperti cairan atau grafik, memberi kesan eksperimen atau fenomena ilmiah.

Di depan kubus tersebut juga terdapat penggaris kecil, yang melambangkan pengukuran, penelitian, atau proses belajar.

Huruf “o” kedua digambarkan sebagai bola besar seperti planet atau atom, dengan beberapa bola kecil yang mengelilinginya membentuk orbit.

Elemen ini mengingatkan pada model atom atau sistem tata surya, sehingga memberi nuansa ilmu pengetahuan, fisika, atau eksplorasi sains.

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara itu, huruf “g”, “l”, dan “e” di bagian kanan tetap menyerupai bentuk asli logo Google, tetapi diberi efek warna gradasi yang sama sehingga terlihat menyatu dengan elemen ilmiah di bagian tengah.

Secara keseluruhan, doodle ini memberikan kesan eksperimen, penelitian, dan eksplorasi ilmu pengetahuan, melalui kombinasi bentuk kubus, penggaris, dan orbit atom yang kreatif serta warna cerah yang khas.

Baca juga: Hari Perempuan Internasional, Kisah Perjuangan Kurir Wanita Jadi Kapten Tim

Sejarah Hari Perempuan Internasional

Sejarah International Women’s Day (Hari Perempuan Internasional) bermula dari perjuangan perempuan untuk mendapatkan hak yang setara dengan laki-laki, terutama dalam bidang pekerjaan, politik, dan kehidupan sosial.

Pada awal abad ke-20, banyak perempuan di Amerika Serikat dan Eropa melakukan aksi dan gerakan buruh untuk menuntut kondisi kerja yang lebih baik, upah yang adil, dan hak memilih dalam pemilu.

Dari gerakan inilah gagasan tentang hari khusus untuk memperjuangkan hak perempuan mulai muncul, dikutip dari laman PBB.

Pada tahun 1909, Partai Sosialis Amerika mengadakan National Woman’s Day pertama di Amerika Serikat untuk menyoroti perjuangan perempuan dalam mendapatkan hak politik dan ekonomi.

Ide ini kemudian dibawa ke tingkat internasional oleh aktivis perempuan dari Jerman, Clara Zetkin, dalam Konferensi Sosialis Internasional tahun 1910.

Konferensi tersebut menyetujui usulan untuk membuat hari internasional yang memperjuangkan hak perempuan di seluruh dunia, dikutip dari laman Britannica.

Perayaan International Women’s Day pertama kali dilaksanakan pada tahun 1911 di beberapa negara Eropa seperti Austria, Denmark, Jerman, dan Swiss.

Saat itu lebih dari satu juta orang mengikuti rapat umum dan aksi untuk menuntut hak perempuan, termasuk hak bekerja, hak memilih, dan perlindungan dari diskriminasi.

Sejak saat itu, peringatan ini mulai menyebar ke berbagai negara di dunia.

Tanggal 8 Maret kemudian menjadi tanggal resmi peringatan hari tersebut setelah peristiwa penting pada tahun 1917 di Rusia.

Saat itu para perempuan melakukan aksi mogok kerja menuntut “roti dan perdamaian” karena kelaparan dan kondisi perang.

Aksi tersebut menjadi bagian dari rangkaian peristiwa yang memicu Revolusi Rusia dan akhirnya membuat tanggal 8 Maret dipilih sebagai Hari Perempuan Internasional.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mulai merayakan International Women’s Day secara resmi pada tahun 1975 dan kemudian pada tahun 1977 mendorong negara-negara anggota untuk memperingatinya sebagai hari perjuangan hak perempuan dan perdamaian dunia.

Saat ini, setiap tanggal 8 Maret diperingati di berbagai negara sebagai momentum untuk merayakan pencapaian perempuan sekaligus mendorong kesetaraan gender dan perlindungan hak perempuan di seluruh dunia.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas