Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Letjen Purn Ahmad Rizal Ramdhani, Intelijen dan Teritorial Pangan

Ahmad Rizal Ramdhani, prajurit zeni yang kini memimpin BULOG, membangun jembatan pangan demi ketahanan bangsa.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in Letjen Purn Ahmad Rizal Ramdhani, Intelijen dan Teritorial Pangan
Ist
Egy Massadiah 

profile tribunners
PROFIL PENULIS
Egy Massadiah
Wartawan, penulis, seniman, dan konsultan media. Aktif menulis esai dan buku

DALAM tradisi lama dunia militer, korps zeni sering disebut sebagai “penakluk sunyi.” Mereka bukan pasukan yang pertama kali disebut dalam kisah-kisah heroik peperangan. Tetapi tanpa mereka jembatan tidak akan tersambung, jalan tidak akan terbuka, dan pasukan tidak akan pernah sampai ke tujuan. 

Mereka bekerja seperti akar pohon: tersembunyi di bawah tanah, namun menopang seluruh kehidupan di atasnya.

Dari rahim pasukan seperti itulah Letnan Jenderal TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani ditempa.

Lahir pada 19 November 1970 dan dibentuk sebagai taruna Akademi Militer 1993, Rizal tumbuh dalam dunia keprajuritan yang keras tetapi penuh ketelitian. 

Korps Zeni Angkatan Darat—matra yang mengajarkan bahwa kekuatan bukan hanya tentang menghancurkan, tetapi juga membangun. Seorang prajurit zeni harus memahami tanah, membaca struktur, mengukur risiko, dan menciptakan jalan di tempat yang sebelumnya mustahil dilalui.

Mungkin karena itulah perjalanan karier Ahmad Rizal Ramdhani tampak seperti aliran sungai yang panjang: tenang di permukaan, tetapi memiliki arus yang kuat di kedalamannya.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia memulai pengabdian dari jabatan-jabatan paling dasar: Danton, Danki, hingga Pasi di Yonzipur 1/Dhira Dharma. Di sanalah seorang perwira muda belajar bahwa kepemimpinan bukanlah soal suara paling keras, melainkan kemampuan menjadi contoh pertama ketika pekerjaan berat dimulai.

Korps zeni membentuk karakter yang khas. Bila infanteri adalah ujung tombak, maka zeni adalah tangan yang membuka jalan. Mereka membentang jembatan ketika sungai menghalangi. Mereka mengais reruntuhan ketika bencana datang. Mereka menata kembali kehidupan setelah luluhlantak.

Karena itu, perjalanan Rizal tidak pernah jauh dari pekerjaan-pekerjaan yang membutuhkan kesabaran dan ketahanan mental.

Ketika bertugas sebagai Pasi Intel Kodim 0201/BS Medan hingga kemudian dipercaya menjadi Dandeninteldam I/Bukit Barisan, ia belajar membaca manusia dan wilayah. Dalam dunia intelijen, ancaman tidak selalu tampak di permukaan. Ia seperti api kecil di bawah sekam: diam, tetapi dapat membesar sewaktu-waktu.

Namun watak zeni tetap melekat dalam dirinya. Ia dikenal sebagai sosok yang lebih suka membangun dibanding memperuncing konflik. Bahkan ketika menjabat Dandim Batam, pendekatan teritorial yang digunakannya sering digambarkan lebih mengedepankan kolaborasi sosial dibanding sekadar pendekatan formal kekuasaan.

Jejak pengabdiannya semakin menonjol ketika menjadi Danrem 162/Wira Bhakti di Lombok. Tak lama setelah ia menjabat, gempa besar 2018 mengguncang Nusa Tenggara Barat. Lombok berubah menjadi lanskap luka: rumah runtuh, masjid retak, anak-anak kehilangan tempat tidur, dan ribuan keluarga hidup di tenda-tenda pengungsian.

Di tengah kekacauan itu, Rizal yang bertubuh tinggi tegap hadir bukan hanya sebagai komandan militer. Tetapi sebagai pemimpin kemanusiaan. Ia bahu-membahu bersama Kepala BNPB saat itu, Letjen TNI Doni Monardo—seniornya dari Akademi Militer 1985—membangun kembali harapan masyarakat Lombok. 

Doni Monardo (Alm) sendiri dikenal luas sebagai figur militer yang memiliki filosofi “menanam pohon sama dengan menanam harapan.” Dan semangat itu menemukan resonansinya pada diri Ahmad Rizal Ramdhani.

Di Lombok, tugas teritorial berubah menjadi kerja kemanusiaan. Prajurit tidak lagi sekadar menjaga keamanan, tetapi mengangkat puing-puing rumah warga, membangun hunian sementara, mendistribusikan logistik, hingga menenangkan anak-anak yang trauma.

Halaman 1/3

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas