Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Cak Imin Sebut Keterlibatan RI di BoP untuk Memaksimalkan Bantuan ke Palestina

Cak Imin menjelaskan keanggotaan Indonesia di BoP yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto untuk memaksimalkan peran RI dalam membantu Palestina.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Reza Deni
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Cak Imin Sebut Keterlibatan RI di BoP untuk Memaksimalkan Bantuan ke Palestina
Tribunnews.com/Reza Deni
BANTUAN KE PALESTINA - Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menjelaskan bagaimana keterlibatan Indonesia dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) untuk memaksimalkan peran dalam membantu Palestina, Minggu (8/3/2026) 

Ringkasan Berita:
  • Cak Imin sebut keanggotaan Indonesia di BoP hingga diplomasi global yang dilakukan Presiden Prabowo untuk memaksimalkan peran RI dalam membantu Palestina
  • Pemerintah terus mencari pintu-pintu untuk mendorong bantuan bisa masuk Gaza
  • Prabowo ingin menjaga kekuatan ekonomi nasional

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Menko Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menjelaskan keanggotaan Indonesia di Board of Peace (BoP) hingga diplomasi global yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto untuk memaksimalkan peran RI dalam membantu Palestina.

"Peran kita itu apa? Ya kalau bantuan kepada Gaza itu banyak terpotong atau terhambat," kata Cak Imin di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (8/3/2026).

Dia mengatakan pemerintah terus mencari pintu-pintu untuk mendorong bantuan-bantuan itu bisa tepat sasaran dan bisa masuk. 

"Tidak hanya mengandalkan bantuan yang diterjunkan dari pesawat tetapi bisa lebih, lebih leluasa untuk masuk ke Gaza," tambah dia.

Cak Imin menambahkan Prabowo ini menjaga kekuatan ekonomi nasional. Prabowo selalu mengutamakan kepentingan nasional.

Baca juga: Jusuf Kalla Minta Indonesia Tagih Perdamaian Iran ke BoP: Kalau Tidak Bisa Buat Apa RI Jadi Anggota

"Nomor satu adalah kepentingan nasional sehingga industri kita tetap jalan, ekspor kita ke Amerika tetap surplus," kata dia.

Rekomendasi Untuk Anda

"Itu yang paling pokok, sehingga jangan meributkan hal-hal yang strategis, karena itu ada tujuan dalam yang dimanfaatkan di dalam tujuan pelaksanaan diplomasi itu karena tidak semua bisa disampaikan oleh Presiden," kata Cak Imin.

Namun, yang ingin ditekankan pemerintah adalah agar produksi industri dalam negeri aman.

"Agar kepentingan ekonomi nasional kita aman, agar kita bisa tetap membantu Gaza dan Palestina dengan sangat lebih banyak lagi. Itulah yang kita lakukan," pungkas dia.

Baca juga: Bawa Bendera Palestina dan Iran, Massa Aksi Tuntut Indonesia Keluar dari BoP

Diketahui, krisis yang terjadi di Timur Tengah sekarang ini setelah koalisi Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran semakin menguatkan desakan kepada Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia keluar dari Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace. 

Pasalnya AS yang menginisiasi BoP justru membuat gejolak di kawasan Timur Tengah sehingga terjadi perang. 

Namun pemerintah masih menilai BoP menjadi saluran untuk mewujudkan perdamaian di Palestina sebagaimana tujuan awal keikutsertaan Indonesia.

Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang juga Ketua Bidang Penanggulangan Bencana Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nusron Wahid mengatakan bahwa Presiden Prabowo menilai BoP masih relevan untuk mewujudkan perdamaian Palestina yang sudah lama tidak terwujud. Hal itu pula yang disampaikan Prabowo saat bertemu para ulama, di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis malam, (5/3/2026). 

"Posisi pak presiden, bangsa Indonesia sudah menerima BOP ini sebagai sarana, sebagai ikhtiar menuju perdamaian. Setidaknya ikhtiar ini dicoba dulu. Jangan sampai ikhtiar dan usahanya belum dilakukan, sudah diminta untuk keluar terlebih dahulu," kata Nusron.

Presiden kata Nusron tidak mempermasalahkan adanya pihak yang meminta agar Indonesia keluar dari BoP.  Pemerintah menerima masukan tersebut untuk dikaji dan disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas