Kasusnya Berujung Damai, Nabila O’Brien: Keadilan Tidak Datang dengan Sendirinya
Nabila mengaku tidak pernah membayangkan sebelumnya dapat menghadiri RDPU di Komisi III DPR RI.
Penulis:
Chaerul Umam
Editor:
Hasanudin Aco
Ringkasan Berita:
- Kasus pemilik restoran Bibi Kelinci, Nabila O’Brien akhirnya berujung damai.
- Nabila menyampaikan rasa terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan perhatian kasusnya.
- Nabila mengaku tidak pernah membayangkan sebelumnya dapat menghadiri RDPU di Komisi III DPR RI.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kasus yang sempat mengguncang kehidupan pribadi dan usaha yang dijalankan selebgram sekaligus pemilik restoran Bibi Kelinci, Nabila O’Brien akhirnya berujung damai.
Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di Komisi III DPR RI, Nabila menyampaikan rasa terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan perhatian dan pendampingan hingga persoalan tersebut dapat menemukan titik terang.
Nabila secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, beserta seluruh pimpinan dan anggota Komisi III yang dinilainya telah membantu dan mendampingi dirinya.
“Saya ingin menyampaikan penghormatan kepada Bapak Habiburokhman beserta seluruh pimpinan dan anggota Komisi III DPR RI yang sudah sangat amat membantu saya,” kata Nabila, di Ruang Rapat Komisi III DPR, Senayan, Jakarta.
Nabila juga menyampaikan penghormatan kepada pimpinan DPR RI yakni Ketua DPR RI Puan Maharani serta Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad hingga Presiden Prabowo Subianto.
“Yang saya hormati Ketua DPR RI Ibu Puan Maharani, Wakil Ketua DPR RI Bapak Sufmi Dasco Ahmad serta seluruh pimpinan DPR RI,” ucapnya.
“Saya juga ingin menyampaikan penghormatan khusus kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto yang selalu menegaskan pentingnya perlindungan hukum bagi seluruh rakyat Indonesia,” imbuhnya.
Nabila mengaku tidak pernah membayangkan sebelumnya dapat menghadiri RDPU di Komisi III DPR RI.
Ia mengungkapkan bahwa peristiwa yang dialaminya beberapa waktu lalu telah mengguncang usaha dan kehidupan pribadinya.
“Bagi saya pribadi berada di ruangan ini adalah sesuatu yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Beberapa waktu lalu sebuah peristiwa mengguncang usaha kami dan juga mengguncang hati saya secara pribadi,” ucapnya.
Sebagai pemilik usaha, Nabila menegaskan bahwa dirinya memandang para karyawan bukan sekadar pekerja melainkan bagian dari keluarga.
Ia juga mengungkapkan bahwa situasi sempat menjadi sangat berat ketika peristiwa tersebut berkembang menjadi persoalan hukum yang membuatnya harus menerima sebuah penetapannya sebagai tersangka.
“Pada saat itu jujur saya merasa sangat hancur, sangat sedih dan bingung. Ada saat-saat di mana saya merasa harapan saya sebagai warga negara hampir habis,” ucap Nabila.
Namun, Nabila menilai kehadiran negara melalui Komisi III DPR RI memberikan harapan baru baginya untuk mendapatkan keadilan.
Dia pun menyampaikan rasa terima kasih kepada Komisi III DPR RI, serta para pimpinan negara yang telah memberikan perhatian terhadap persoalan yang dialaminya.
Baca tanpa iklan