Buntut Harga Turun Drastis, Peternak Ayam di Blitar Bagi-bagi Telur Gratis
Peternak ayam petelur bagikan 1 juta telur gratis sebagai protes harga telur anjlok dan biaya pakan yang terus meningkat.
Penulis:
Muhammad Renald Shiftanto
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
Ringkasan Berita:
- Peternak ayam petelur dari Blitar Raya, Tulungagung, Kediri, dan Trenggalek menggelar aksi damai di depan Kantor Bupati Blitar.
- Dalam aksi tersebut, peternak membagikan sekitar 1 juta butir telur gratis yang diangkut menggunakan 200 mobil pickup.
- Peternak mengeluhkan harga telur di tingkat kandang yang turun menjadi sekitar Rp21.000 per kilogram.
- Mereka juga menolak wacana keterlibatan investor asing dalam budidaya ayam petelur karena dinilai dapat mengancam keberlangsungan peternak rakyat.
TRIBUNNEWS.COM - Peternak ayam petelur dari Blitar Raya, Tulungagung, Kediri, dan Trenggalek, Jawa Timur membagikan telur gratis kepada masyarakat, Senin (1/6/2026).
Aksi tersebut sebagai bentuk protes anjloknya harga telur di tingkat peternak yang dinilai menekan usaha peternakan rakyat.
Para peternak telur tersebut melakukan aksi di depan Kantor Bupati Blitar.
Tak hanya membagikan telur gratis ke warga yang lewat saja, mereka juga menyampaikan aspirasi kepada pemerintah.
Koordinator lapangan aksi, Suyanto, mengatakan para peternak membagikan sekitar satu juta butir telur secara cuma-cuma sebagai simbol keprihatinan terhadap kondisi usaha yang sedang dihadapi.
"Hari ini, kami membagikan 1 juta butir telur yang diangkut dalam 200 unit mobil pickup secara gratis kepada masyarakat. Ini bentuk keprihatinan kami dengan harga telur yang terus turun," kata Suyanto, dikutip dari TribunJatim.com.
Harga telur di tingkat peternak, ujarnya, mengalami penurunan dalam dua bulan terakhir.
Sedangkan biaya produksi hingga bahan pakan mengalami kenaikan.
Para peternak juga menolak terhadap wacana yang disampaikan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia terkait dengan rencana menggandeng investor asing untuk pengembangan usaha ayam petelur.
"Wacana dari Kadin ini kami tolak, karena akan menjadikan kami peternak rakyat semakin sengsara. Semua peternak menolak," ujarnya.
Ia menyebut, harga telur di tingkat peternak saat ini hanya Rp21 ribu per kilogram, padahal harga acuan pemerintah (HAP) telur di peternak Rp24.500 hingga Rp26.500.
Baca juga: Harga Telur Anjlok Parah, DPR Desak Kemendag Segera Bertindak
Kata Bupati Blitar
Bupati Blitar, Rijanto mengatakan, kondisi ini mengancam nasib para peternak, terlebih saat harga pakan terus naik.
"Kami minta pemerintah pusat segera merumuskan kebijakan agar peternak ayam rakyat tetap bertahan," ujarnya, dikutip dari TribunJatim.com.
Ia menuturkan agar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengambil telur peternak dari Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
"Ada instruksi dari BGN agar SPPG mengambil telur dari peternak lewat KDKMP," katanya.