Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Prabowo Minta Rakyat Siap Hadapi Kondisi Sulit, INDEF: Sinyal Negara Kewalahan Kurangi Dampak Perang

sebelum konflik Timur Tengah memanas, kondisi perekonomian Indonesia sejatinya memang sudah berat untuk berkembang

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Sanusi
zoom-in Prabowo Minta Rakyat Siap Hadapi Kondisi Sulit, INDEF: Sinyal Negara Kewalahan Kurangi Dampak Perang
Tangkap layar YouTube/Sekretariat Presiden
Presiden RI Prabowo Subianto saat memberikan pidato dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta pada Jumat (13/2/2026). 

Tak hanya kenaikan harga BBM dan LPG, Bhima juga memprediksi kalau penerimaan pajak dari rakyat akan digalakkan.

Dia menyebut, tidak menutup kemungkinan ke depannya harga barang termasuk barang elektronik hingga kendaraan akan melejit naik.

"Inflasi akan ciptakan kontraksi ke konsumsi rumah tangga. Bahkan efek sampingan naiknya suku bunga KPR dan kendaraan bermotor makin memberatkan cicilan bulanan," kata dia.

Hal itu menurut Bhima, dampaknya kepada daya beli masyarakat yang akan makin rendah dan berujung pada lemahnya omzet bagi para pelaku usaha serta pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap pekerja.

"Perang di timur tengah juga membuat nilai tukar rupiah melemah. Pangan hingga produk elektronik kulkas, rice cooker harganya akan disesuaikan. Inflationary pressure berdampak ke biaya produksi, sudah harga mahal omzet turun, phk jadi worst scenario nya," tukas dia.

Prabowo Minta Warganya Siap Hadapi Masa Sulit 

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan potensi kesulitan yang terjadi pada Indonesia imbas perang AS-Israel dengan Iran.

Menurut Presiden perang tersebut berdampak tidak hanya bagi negara negara Teluk melainkan juga negara lainnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Hal itu disampaikan Presiden Prabowo saat meresmikan 218 jembatan di sejumlah wilayah di Indonesia secara daring, pada Senin, (9/3/2026).

“Saudara-saudara, seluruh dunia sedang mengalami goncangan, seluruh dunia. Akibat perang di Timur Tengah kita terus terang saja harus siap menghadapi kesulitan,” kata Prabowo.

Baca juga: Iran Disebut Akan Melawan hingga Titik Darah Penghabisan, Peluang Negosiasi Sangat Kecil

Mantan Danjen Kopassus tersebut menjelaskan bahwa kondisi geopolitik global sekarang ini sedang panas. Peperangan terjadi di sejumlah wilayah. Selain perang antara Rusia dan Ukraina, terkini perang terjadi di kawasan Timur Tengah yakni antara AS-Israel dengan Iran.

"Saya ingin menyampaikan ini karena kita sadar dan mengerti bahwa dunia kita sekarang penuh dengan dinamika yang berbahaya. Di mana-mana meletus perang, hampir di semua kawasan di dunia, terutama di kawasan Timur Tengah," kata Prabowo.

Menurut Presiden peperangan yang terjadi di sejumlah wilayah tersebut berpotensi akan berdampak kepada Indonesia. Meskipun secara geografis, letak Indonesia jauh dari negara negara yang sedang bertikai.

"Walaupun kita berada secara geografis jauh dari tempat itu, tapi bumi kita sudah menjadi sesungguhnya kecil. Apa yang terjadi di satu kawasan akan mempengaruhi kawasan-kawasan lain," pungkasnya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas