Populer Nasional: Rocky Gerung Semprot Purbaya, UGM Wajib Buka 20 Dokumen Jokowi
Berita populer nasional mulai dari Rocky Gerung kririk Menkeu Purbaya hingga UGM wajib duka 20 dokumen Jokowi
Penulis:
Facundo Chrysnha Pradipha
Editor:
Dwi Setiawan
TRIBUNNEWS.COM - Dalam 24 jam terakhir, Republik Indonesia disuguhkan dengan beraneka ragam pemberitaan.
Di kanal nasional, tak hanya persoalan politik yang menjadi bahasan.
Kabar perekonomian bahkan melesat banyak dibaca oleh masyarakat Tanah Air.
Pertama dimulai dari kritik pengamat Rocky Gerung terhadap Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.
Menyoroti kondisi perekonomian di tengah konflik Timur Tengah, Rocky Gerung menilai pernyataan Purbaya palsu.
Berita populer kedua datang dari sengketa informasi yang menyangkut nama Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).
Komisi Informasi Pusat (KIP) resmi mengabulkan gugatan sengketa informasi terkait dokumen akademik Presiden RI ke-7, Joko Widodo (Jokowi) di Universitas Gadjah Mada (UGM).
Dengan kata lain, UGM wajib membuka seluruh dokumen yang diminta.
Hingga berita populer tentang pernyataan mantan hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Arief Hidayat berbicara tentang putusan batas usia Gibran Rakabuming Raka.
Berikut uraiannya:
1. Optimisme Palsu
Baca juga: Profil Deddy Suryadi, Eks Ajudan Jokowi Jadi Pangdam Jaya Pertama Berpangkat Letnan Jenderal
Pengamat politik Rocky Gerung mengkritik sikap optimisme Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di tengah ambrolnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan tingginya harga minyak dunia akibat perang AS-Israel dengan Iran.
Pada pembukaan perdagangan kemarin, Senin, 9 Maret 2026, nilai tukar rupiah sempat mencapai Rp17.019 per dolar AS. Adapun pada hari ini rupiah tampak menunjukkan penguatan.
Sementara itu, Purbaya sudah mengatakan anggaran pendapatan belanja negara (APBN) RI pada Februari 2026 telah mengalami defisit Rp135,7 triliun. Namun, dia juga mengklaim ekonomi Indonesia masih berakselerasi.
Rocky menyebut Indonesia saat ini menerima dampak berbahaya akibat perang AS-Israel dengan Iran. Perang itu, menurut dia, merupakan faktor global yang diliputi ketidakpastian.
“Semua hal yang akhirnya ada di depan mata kita menunjukkan bahwa kita harus bersiap untuk yang terburuk. Bersiap yang terburuk artinya memanfaatkan apa yang tersisa untuk dimaksimalkan,” ujar Rocky di kanal YouTube miliknya, Senin.
Baca tanpa iklan