Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

BGN Dorong Percepatan SLHS untuk Dapur Program Makanan Bergizi Gratis

BGN mendorong percepatan penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi dapur yang menjalankan Program Makanan Bergizi Gratis.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Chaerul Umam
Editor: Wahyu Aji
zoom-in BGN Dorong Percepatan SLHS untuk Dapur Program Makanan Bergizi Gratis
HO/IST
Kegiatan Bimbingan Teknis Penjamah Makanan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dan Percepatan Penyediaan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang digelar mulai 7 sampai 8 Maret 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di delapan wilayah Kantor Koordinasi Program Pemenuhan Gizi (KPPG) yaitu KPPG Jakarta, KPPG Bogor, KPPG Bandung, KPPG Cirebon, KPPG Semarang, KPPG Sleman, KPPG Surabaya, dan KPPG Jember, dengan jumlah peserta mencapai 500 orang setiap harinya. 

Ringkasan Berita:
  • BGN mendorong percepatan penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi dapur yang menjalankan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk memastikan keamanan dan higienitas makanan bagi penerima manfaat.
  • Kegiatan Bimbingan Teknis Penjamah Makanan dan percepatan SLHS digelar 7–8 Maret 2026 di delapan wilayah KPPG, yakni Jakarta, Bogor, Bandung, Cirebon, Semarang, Sleman, Surabaya, dan Jember.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) mendorong percepatan penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi dapur-dapur yang menjalankan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) guna memastikan standar keamanan dan higienitas pangan bagi para penerima manfaat.

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Bimbingan Teknis Penjamah Makanan Program MBG dan Percepatan Penyediaan SLHS yang digelar pada 7–8 Maret 2026 secara serentak di delapan wilayah Kantor Koordinasi Program Pemenuhan Gizi (KPPG), yaitu Jakarta, Bogor, Bandung, Cirebon, Semarang, Sleman, Surabaya, dan Jember.

Kegiatan ini diikuti sekitar 500 peserta setiap harinya yang terdiri dari Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mitra atau yayasan pengelola, pengawas gizi, asisten lapangan (Aslap), serta juru masak yang terlibat langsung dalam operasional dapur SPPG.

Bimbingan teknis tersebut bertujuan memperkuat kapasitas para penjamah makanan dalam menerapkan standar higiene dan sanitasi pangan, sekaligus mempercepat proses penerbitan SLHS bagi dapur SPPG yang menjadi bagian penting dalam implementasi Program MBG.

Kegiatan dibuka secara hybrid oleh Deputi Bidang Penyaluran dan Penyediaan Badan Gizi Nasional, Brigjen (Purn) Suardi Samiran.

Rekomendasi Untuk Anda

Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya penerapan standar keamanan pangan secara menyeluruh dalam operasional dapur program MBG.

“Kualitas makanan tidak hanya ditentukan oleh bahan yang digunakan, tetapi juga oleh cara pengolahan, penyimpanan, dan penyajiannya," kata Suardi dalam keterangannya, Rabu (11/3/2026).

Menurutnya, standar keamanan pangan harus diterapkan secara konsisten pada setiap tahapan operasional dapur SPPG agar makanan yang disajikan tetap aman dan layak dikonsumsi.

“Melalui kegiatan Bimbingan Teknis Penjamah Makanan dan Percepatan SLHS, pemerintah ingin memastikan seluruh petugas yang terlibat memiliki pengetahuan, keterampilan, serta kesadaran yang memadai dalam menjalankan tugasnya di masing-masing SPPG," ucapnya.

"Selain itu, percepatan penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) menjadi salah satu prioritas penting sebagai bentuk komitmen dan pertanggungjawaban SPPG dalam menyediakan makanan bergizi yang aman, higienis, dan memenuhi standar sanitasi," imbuhnya.

Kegiatan ini juga dihadiri para Kepala KPPG dari delapan wilayah penyelenggara kegiatan. 

Dalam kesempatan tersebut, para kepala KPPG menyampaikan apresiasi atas inisiatif Deputi Bidang Penyaluran dan Penyediaan serta Direktorat Penyediaan dan Penyaluran Wilayah II dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Sementara itu, Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah II Badan Gizi Nasional, Nurjaeni, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal untuk membangun mekanisme pendampingan dan pemantauan yang berkelanjutan terhadap operasional SPPG di berbagai daerah.

“Kegiatan ini merupakan langkah awal dalam membangun mekanisme pendampingan dan pemantauan yang berkelanjutan terhadap operasional SPPG di berbagai daerah,” kata Nurjaeni.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas