Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tanggal 16 Maret 2026 Memperingati Hari Apa? Ada 3 Peringatan Penting

Terdapat 3 peringatan penting pada tanggal 16 Maret 2026 yaitu Hari Bakti Rimbawan, Act Happy Day dan No Selfies Day.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Tanggal 16 Maret 2026 Memperingati Hari Apa? Ada 3 Peringatan Penting
aceh.kemenag.go.id
3 PERINGATAN 16 MARET 2026 - Tangkapan layar laman aceh.kemenag.go.id pada Senin (16/3/2026). Terdapat 3 peringatan penting pada tanggal 16 Maret 2026 yaitu Hari Bakti Rimbawan, Act Happy Day dan No Selfies Day. 

Ia meyakini bahwa kebahagiaan bisa dipicu melalui kegiatan sederhana seperti tersenyum, tertawa, dan bersikap positif dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Menurut teori yang ia kembangkan, ketika seseorang mulai bertindak bahagia, misalnya dengan tertawa atau tersenyum, tubuh akan melepaskan hormon endorfin yang dapat memperbaiki suasana hati. 

Kondisi mental yang lebih baik ini kemudian membantu seseorang berinteraksi secara positif dengan orang lain di tempat kerja, sekolah, maupun keluarga.

Untuk merasakan manfaatnya, Dr. Anderson bahkan menyarankan orang memulai hari dengan tertawa selama sekitar 15 menit. 

Oleh karena itu, Act Happy Day menjadi momentum untuk mengingatkan orang agar meluangkan waktu tertawa, berkumpul dengan orang terdekat, dan menikmati momen kebersamaan.

Baca juga: KLHK Gelar Panggung Kolaborasi Rimbawan, Wujudkan Generasi Muda Cinta Lingkungan

3. No Selfies Day (Hari Tanpa Selfie)

Tanggal 16 Maret juga diperingati sebagai No Selfies Day atau Hari Tanpa Selfie. 

Meskipun asal-usul peringatannya tidak diketahui secara pasti, tanggal ini dipilih bertepatan dengan hari ulang tahun inovator teknologi Philippe Kahn.

Rekomendasi Untuk Anda

Kahn dikenal sebagai sosok yang menciptakan teknologi ponsel berkamera pertama pada tahun 1997, yang memungkinkan seseorang mengambil foto dan langsung membagikannya kepada orang lain, dikutip dari https://holidaytoday.org/.

Penemuan tersebut kemudian berkembang pesat hingga melahirkan budaya fotografi digital modern, termasuk fenomena selfie.

Namun, seiring berkembangnya media sosial seperti Instagram dan Facebook, tren selfie menjadi sangat populer hingga menimbulkan kekhawatiran akan dampak psikologisnya. 

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sebagian orang dapat menghabiskan waktu lama hanya untuk mendapatkan foto selfie yang dianggap sempurna.

Hari Tanpa Selfie muncul sebagai gerakan simbolis untuk mengingatkan masyarakat agar tidak terlalu terfokus pada citra diri di media sosial

Pada hari ini, orang diajak untuk mengalihkan perhatian dari memotret diri sendiri menjadi mengabadikan lingkungan sekitar, teman, keluarga, atau momen kehidupan yang bermakna.

Selain itu, peringatan ini juga menjadi kesempatan untuk beristirahat sejenak dari tekanan media sosial dan lebih menikmati kehidupan nyata tanpa harus selalu membagikannya secara daring.

(Tribunnews.com/Farra)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas