Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Tak Terima Rismon Dapat Restorative Justice, Ahli Digital Forensik Josua: Dia Tidak Punya Moral

Ahi digital forensik Josua Sinambela mengatakan bahwa Rismon bukan siapa-siapa dan sama sekali tidak mempunyai integritas akademik.

Tribun X Baca tanpa iklan

Ringkasan Berita:
  • Ahli Digital Forensik, Josua Sinambela, mengatakan bahwa Rismon tidak seharusnya diberikan Restorative Justice (RJ) karena dia sudah berulah banyak dalam kasus ijazah Jokowi.
  • Josua mengatakan bahwa Rismon bukan siapa-siapa dan sama sekali tidak mempunyai integritas akademik.
  • Kuasa hukum Jokowi, Rivai Kusumanegara, mengatakan bahwa pihaknya tengah menyiapkan berkas administrasi untuk proses Restorative Justice bagi Rismon. 

 

TRIBUNNEWS.COM - Ahli Digital Forensik, Josua Sinambela, mengatakan bahwa Rismon tidak seharusnya diberikan Restorative Justice (RJ) karena dia sudah berulah banyak dalam kasus ijazah tudingan ijazah palsu eks Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).

Rismon sebelumnya mempermasalahkan ijazah Jokowi palsu bersama Roy Suryo dan Dokter Tifa. Namun, belakangan ini, Rismon berbeda haluan dan menyebut ijazah Jokowi asli.

Bahkan, Rismon menyampaikan permohonan maaf kepada Jokowi dan keluarga, dia kemudian mengajukan RJ dalam kasus ini. 

Rismon juga telah mengunjungi kediaman Jokowi di Solo dan sowan ke Istana Wakil Presiden (Wapres), Gibran Rakabuming Raka yang juga merupakan putra Jokowi.

Sikap Rismon ini kemudian mengundang reaksi dari berbagai pihak, terutama Roy Suryo dan Dokter Tifa yang pernah bersama-sama menggugat ijazah Jokowi tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

"Banyak orang menjadi membenci seseorang bahkan lembaga-lembaga tertentu dituduhnya, lembaga kampus, lembaga kepolisian, lembaga banyaklah yang istilah saya itu persekusi," ungkap Josua sesaat sebelum terbang ke Jepang untuk meneliti Ijazah S2-S3 Rismon di Universitas Yamaguchi Jepang yang diduga palsu, dikutip dari YouTube Bang Bill Offside, Senin (16/3/2026).

"Jadi anak ini harus diberi pelajaran sebenarnya, Jokowi pasti akan memaafkan, kita bisa menerima itu. Tapi kalau sampai dia (Jokowi) memberikan RJ, itu artinya tidak tidak konsisten," tegas Josua.

Josua mengatakan bahwa Rismon bukan siapa-siapa dan sama sekali tidak mempunyai integritas akademik.

"Tidak punya moral terutama, bayangkan dalam sekejap dia berubah pikiran 180 derajat, bullshit, itu bohong semua," ucap Josua.

"Kita masih melihat, mengamati dia, apa yang diucapkan dia selama ini, baru minggu yang lalu kemarin kita ketemu, dia masih maki-maki kita waktu di Polda Metro Jaya. Artinya apa? Tidak ada penyesalan sebenarnya," tambahnya.

Menurut Josua, Rismon menyadari kasus yang menjeratnya tersebut dapat berujung pada vonis yang sangat tinggi.

Baca juga: Ahli Digital Forensik Protes jika Rismon Dapat Restorative Justice: Anak Ini Harus Diberi Pelajaran

Bahkan, bisa berpotensi menimbulkan konsekuensi yang sulit dibayangkan jika Rismon tidak melakukan langkah apapun, hingga akhirnya Rismon mengambil tindakan ini.

Kata Kuasa Hukum Jokowi

Kuasa hukum Jokowi, Rivai Kusumanegara, mengatakan bahwa pihaknya tengah menyiapkan berkas administrasi untuk proses Restorative Justice bagi Rismon. 

“Ajudan Pak Jokowi meminta kami menyiapkan administrasi terkait Restorative Justice dan berkoordinasi baik dengan kuasa hukum Rismon maupun pihak Polda Metro,” ungkap Kuasa hukum Jokowi, Rivai Kusumanegara, kepada Kompas.com, Jumat (13/3/2026).

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas