Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Hari Raya Nyepi 2026 Tanggal Berapa? Berikut Sejarah dan Tradisinya di Indonesia

Hari Raya Nyepi dirayakan setiap tahunnya, berikut jadwal dan sejarah perayaan Hari Raya Nyepi di Indonesia.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Hari Raya Nyepi 2026 Tanggal Berapa? Berikut Sejarah dan Tradisinya di Indonesia
WARTA KOTA/YULIANTO
HARI RAYA NYEPI - Umat Hindu melaksanakan prosesi dalam upacara Tawur Agung Kesanga 2023 di Pura Amerta Jati, Cinere, Jakarta Selatan, Selasa (21/3/2023). Berikut sejarah dan jadwal perayaan Hari Raya Nyepi 2026. 

Hari Raya Nyepi merupakan peringatan pergantian Tahun Baru Saka (Isakawarsa) yang dirayakan setiap satu tahun sekali.

Perayaan ini jatuh sehari setelah Tilem Kesanga, tepatnya pada tanggal 1 Sasih Kedasa dalam penanggalan Bali.

Mengutip dari situs resmi Dinas Kebudayaan Buleleng, Nyepi memiliki arti “sepi” atau “sunyi”.

Sesuai maknanya, perayaan ini dijalankan dengan suasana hening sebagai bentuk perenungan diri.

Khususnya di Bali, perayaan Hari Raya Nyepi memiliki beberapa rangkaian tahapan, yaitu:

1. Melasti, Mecaru, dan Pengerupukan

Melasti merupakan ritual penyucian alam yang dilakukan dengan menghanyutkan segala kotoran atau hal negatif menggunakan air suci (Tirta Amerta).

Rekomendasi Untuk Anda

Mecaru atau Tawur Mecaru dilaksanakan sehari sebelum Nyepi, tepatnya pada Tilem Sasih Kesanga.

Upacara ini dilakukan dengan mempersembahkan sesajen kepada Bhuta Kala atau unsur negatif, dengan tujuan agar tidak mengganggu kehidupan manusia.

Setelah itu, dilanjutkan dengan Pengerupukan, yakni ritual yang dilakukan dengan menebar nasi tawur, menyalakan api atau obor di sekitar rumah, serta menimbulkan suara gaduh dengan memukul berbagai benda.

Hal ini bertujuan untuk mengusir energi negatif dari lingkungan.

2. Hari Raya Nyepi

Saat Hari Raya Nyepi berlangsung, suasana di Bali menjadi sangat sunyi. 

Seluruh aktivitas dihentikan, dan masyarakat menjalankan Catur Brata Penyepian, termasuk berpuasa serta melakukan introspeksi diri.

3. Ngembak Geni

Ngembak Geni merupakan rangkaian terakhir yang dilaksanakan sehari setelah Nyepi.

Pada hari tersebut, masyarakat kembali beraktivitas dan saling mengunjungi keluarga, tetangga, serta kerabat untuk mempererat hubungan dan saling memaafkan.

(Tribunnews.com/Oktavia WW)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas