Hari Raya Nyepi 2026 Tanggal Berapa? Berikut Sejarah dan Tradisinya di Indonesia
Hari Raya Nyepi dirayakan setiap tahunnya, berikut jadwal dan sejarah perayaan Hari Raya Nyepi di Indonesia.
Penulis:
Oktaviani Wahyu Widayanti
Editor:
Salma Fenty
Hari Raya Nyepi merupakan peringatan pergantian Tahun Baru Saka (Isakawarsa) yang dirayakan setiap satu tahun sekali.
Perayaan ini jatuh sehari setelah Tilem Kesanga, tepatnya pada tanggal 1 Sasih Kedasa dalam penanggalan Bali.
Mengutip dari situs resmi Dinas Kebudayaan Buleleng, Nyepi memiliki arti “sepi” atau “sunyi”.
Sesuai maknanya, perayaan ini dijalankan dengan suasana hening sebagai bentuk perenungan diri.
Khususnya di Bali, perayaan Hari Raya Nyepi memiliki beberapa rangkaian tahapan, yaitu:
1. Melasti, Mecaru, dan Pengerupukan
Melasti merupakan ritual penyucian alam yang dilakukan dengan menghanyutkan segala kotoran atau hal negatif menggunakan air suci (Tirta Amerta).
Mecaru atau Tawur Mecaru dilaksanakan sehari sebelum Nyepi, tepatnya pada Tilem Sasih Kesanga.
Upacara ini dilakukan dengan mempersembahkan sesajen kepada Bhuta Kala atau unsur negatif, dengan tujuan agar tidak mengganggu kehidupan manusia.
Setelah itu, dilanjutkan dengan Pengerupukan, yakni ritual yang dilakukan dengan menebar nasi tawur, menyalakan api atau obor di sekitar rumah, serta menimbulkan suara gaduh dengan memukul berbagai benda.
Hal ini bertujuan untuk mengusir energi negatif dari lingkungan.
Saat Hari Raya Nyepi berlangsung, suasana di Bali menjadi sangat sunyi.
Seluruh aktivitas dihentikan, dan masyarakat menjalankan Catur Brata Penyepian, termasuk berpuasa serta melakukan introspeksi diri.
3. Ngembak Geni
Ngembak Geni merupakan rangkaian terakhir yang dilaksanakan sehari setelah Nyepi.
Pada hari tersebut, masyarakat kembali beraktivitas dan saling mengunjungi keluarga, tetangga, serta kerabat untuk mempererat hubungan dan saling memaafkan.
(Tribunnews.com/Oktavia WW)
Baca tanpa iklan