Amalan Sunnah Idul Fitri dari Rasulullah SAW, dari Takbir hingga Silaturahmi
Rasulullah SAW mencontohkan berbagai amalan sunnah saat Idulfitri, mulai dari takbir hingga shalat Id.
Penulis:
Lanny Latifah
Editor:
Facundo Chrysnha Pradipha
Tradisi saling mengunjungi saat Lebaran juga telah dicontohkan sejak masa Rasulullah SAW. Beliau dan para sahabat saling berkunjung serta mendoakan kebaikan satu sama lain.
Silaturahmi menjadi salah satu amalan utama yang mempererat persaudaraan dan memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat.
7. Mengucapkan Selamat (Tahniah)
Memberikan ucapan selamat saat Idulfitri merupakan amalan yang telah dikenal sejak masa sahabat. Meskipun sebagian riwayat terkait hal ini berstatus lemah, para ulama membolehkannya karena didukung oleh banyak dalil umum tentang anjuran menyebarkan kebaikan dan rasa syukur.
Riwayat al-Bukhari dan Muslim tentang kisah taubatnya Ka’ab bin Malik setelah beliau absen dari perang Tabuk, Talhah bin Ubaidillah memberinya ucapan selamat begitu mendengar pertaubatnya diterima. Ucapan selamat itu dilakukan dihadapan Nabi dan beliau tidak mengingkarinya.
Tidak ada aturan baku mengenai redaksi ucapan selamat ini. Salah satu contohnya “taqabbala allâhu minnâ wa minkum”, “kullu ‘âmin wa antum bi khair”, “selamat hari raya Idul Fitri”, “minal aidin wa al-faizin”, “mohon maaf lahir batin”, dan lain sebagainya.
Pada prinsipnya, setiap kata yang ditradisikan sebagai ucapan selamat dalam momen hari raya, maka sudah bisa mendapatkan kesunnahan tahniah ini. Bahkan, Syekh Ali Syibramalisi menegaskan tahniah juga bisa diwujudkan dalam bentuk saling bersalam-salaman.
(Tribunnews.com/Latifah)