4 Hal soal Rencana WFH 1 Hari Seminggu usai Lebaran 2026, Skema Kerja Masih Digodok
Pemerintah tengah menggodok kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) yang dimulai setelah Lebaran.
Penulis:
Suci Bangun Dwi Setyaningsih
Editor:
Endra Kurniawan
Ringkasan Berita:
- Pemerintah masih menggodok kebijakan work from home (WFH) bagi ASN usai Lebaran di tengah melambungnya harga minyak dunia.
- Meski demikian, Istana memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) Tanah Air tetap aman.
- Pemerintah masih memproses kebijakan tersebut, sebelum disampaikan ke masyarakat.
TRIBUNNEWS.COM - Wacana penerapan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) yang dimulai setelah Lebaran berembus.
Kebijakan tersebut, menyusul adanya efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) di tengah melambungnya harga minyak dunia akibat perang Iran Vs AS-Israel.
Selain di Indonesia. sejumlah negara lebih dulu menerapkan sistem kerja di kantor dan dari rumah.
Seperti di Filipina, sistem kerja empat hari seminggu di kantor-kantor pemerintahan diterapkan mulai 9 Maret 2026.
Lantas, bagaimana di Indonesia?
4 Hal tentang WFH usai Lebaran di Indonesia
1. WFH untuk Efisiensi BBM
Saat ini, Pemerintah tengah menyiapkan kebijakan work from home (WFH) imbas melambungnya minyak dunia.
Meski demikian, Istana memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) Tanah Air tetap aman.
Hal tersebut, ditegaskan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Kompleks Istana, Jakarta, Sabtu (21/3/2026).
"Disampaikan Bapak Presiden pada saat sidang kabinet paripurna bahwa kita sedang merumuskan beberapa kebijakan dalam rangka untuk kita mulai menyadari bahwa kita semua harus bersama-sama untuk mengefisienkan diri kita ya dalam hal bekerja, bukan berarti ada masalah terhadap pasokan BBM."
"Sebagaimana yang terus kita sampaikan bahwa insyaallah pasokan BBM tidak ada masalah, pasukan BBM aman," ucapnya.
Baca juga: Wacana WFH ASN-Swasta Dikritik: Urusan PHK dan THR Rakyat Terancam Molor
2. Satu Hari per Pekan
Mengenai pelaksanaan kebijakan WFH, Hadi mengatakan, kemungkinan akan dilakukan satu hari per pekan.
"Salah satu bentuk mungkin akan diberlakukan WFH paling nggak satu satu hari dalam 1 minggu," imbuhnya.
3. Skema Kerja Masih Digodok
Lantas, terkait skema penerapan kerja dalam kebijakan WFH ini,
Nantinya, rumusan kebijakan ini akan disampaikan kepada masyarakat dalam waktu dekat.
Baca tanpa iklan