Prabowo Wacanakan WFH 1 Hari Seminggu Imbas Konflik AS vs Iran, Bappisus: Sedia Payung sebelum Hujan
Kepala Bappisus Aris Marsudiyanto menanggapi permintaan Presiden RI Prabowo Subianto untuk mengkaji penerapan WFH demi menghemat BBM.
Penulis:
Rizkianingtyas Tiarasari
Editor:
Suci BangunDS
Ringkasan Berita:
- Presiden RI Prabowo Subianto meminta agar penerapan Work From Home (WFH) bagi PNS atau pegawai swasta dikaji demi menghemat BBM, meski juga menyatakan kondisi Indonesia saat ini masih relatif aman.
- Pernyataan tersebut mendapat tanggapan dari Kepala Bappisus Aris Marsudiyanto.
- Menurut Aris, penerapan WFH merupakan salah satu upaya pemerintah untuk berjaga-jaga dalam menghadapi dampak perang AS-Israel terhadap Iran yang berpotensi memicu krisis BBM global.
TRIBUNNEWS.COM - Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus), Aris Marsudiyanto, menanggapi wacana penerapan Work From Home (WFH) atau kerja dari rumah bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun pegawai swasta.
Pekan lalu, kebijakan WFH sendiri sudah diminta oleh Presiden RI Prabowo Subianto untuk dikaji meski situasi dalam negeri masih relatif kondusif.
Tujuannya, demi menghemat bahan bakar minyak (BBM), sebagai antisipasi terhadap dampak krisis akibat perang Amerika Serikat (AS)-Israel vs Iran.
Menurut Aris, meski kondisi masih terbilang aman, pemerintah tetap harus berjaga-jaga, seperti pepatah 'sedia payung sebelum hujan,' salah satunya dengan penerapan WFH.
Sebab, kata dia, tidak ada seorang pun yang tahu sampai kapan eskalasi konflik di Timur Tengah akan berlangsung.
Sehingga, segala aspek yang bisa dihemat, harus betul-betul dihemat.
"Jadi secara umum sudah disampaikan ke beberapa menteri terkait ya, toh itu Pak Presiden juga sudah menyampaikan kita dalam kondisi aman," kata Aris, dikutip dari tayangan Dialog Spesial Aiman, yang diunggah di kanal YouTube Official iNews, Selasa (24/3/2026).
"Namun, karena 'sampai kapan sih perang ini?' kan kita enggak ngerti."
"Oleh karena itu kita harus save semua resources yang kita punya, baik itu energi, baik itu pangan, dan semua kekuatan yang bisa kita efisiensi, kita efisiensi."
"Kata orang kan sedia payung sebelum hujan."
Aris menilai, penerapan WFH sebagai salah satu langkah antisipasi terhadap dampak konflik AS-Israel vs Iran menunjukkan bagaimana Prabowo sudah berpikir jauh ke depan.
Kata Aris, Prabowo ingin Indonesia siaga, meski saat ini kondisi masih aman, seperti arus mudik Lebaran 2026 yang masih lancar dan dirinya mengaku belum mendengar kabar kelangkaan BBM.
Baca juga: Buruh Kritik Wacana WFH 1 Hari dalam Sepekan, Dinilai Ganggu Pelayanan Publik dan Dunia Kerja
"Jangan sampai nanti begitu perang berlarut, entah kapan akhirnya, kita sekarang sudah ada beberapa negara, yang bandaranya tutup ya kan karena kekurangan energi avtur dan lain sebagainya," ucap Aris.
"Nah kita kan belum dalam konteks seperti itu, kita masih bagus saja, ini semuanya pulang, mudik, dalam keadaan lancar ya. Bahkan, ini jauh lebih bagus."
"Saya enggak pernah mendengar kemacetan-kemacetan atau kekurangan BBM di mana pun kan. Nah, hal seperti ini, Pak Presiden sudah memikirkan panjang ke depan."
Baca tanpa iklan