Apa Itu Efisiensi Energi dalam Sektor Industri dan Manfaatnya
Efisiensi energi adalah strategi yang dapat mengurangi pemborosan energi tanpa harus menurunkan kualitas kinerja.
Editor:
Content Writer
Upaya pertama yang bisa dilakukan adalah menggunakan lampu LED. Lampu ini menghasilkan lebih sedikit energi panas dibandingkan dengan lampu pijar dan bisa menyala lebih lama.
Departemen Energi Amerika Serikat menjelaskan bahwa lampu LED berstandar ENERGY STAR menggunakan energi 75% lebih rendah dibandingkan dengan lampu pijar sehingga lebih hemat energi.
2. Menggunakan AC Inverter
Penggunaan pendingin ruangan di gedung perkantoran sangatlah lazim. Namun, jika perangkat yang dipilih kurang efisien, biaya listrik perusahaan dapat membengkak. Salah satu pilihan pendingin ruangan yang dinilai lebih hemat energi adalah AC inverter.
AC jenis ini dapat mengatur suhu dingin mulai 10% hingga 100?ri kapasitasnya. Ketika suhu rendah, AC ini akan mengurangi kecepatan sehingga lebih hemat energi.
Lebih lanjut, banyak AC inverter dilengkapi dengan teknologi smart cooling fan yang beroperasi mengikuti kompresor. Jadi, energi tidak banyak terbuang ketika pergantian suhu.
Agar AC bisa bekerja dengan optimal dan hemat energi, pastikan Anda memilih PK yang tepat sesuai dengan luas ruangan. Umumnya, ruangan dengan luas 10–14 m2 cukup dengan ½ PK.
Lalu, ruangan 15–18 m2 bisa menggunakan ¾ PK dan 19–24 m2 1 PK. Ruangan Anda seluas 25–30 m2, AC 1 ½ PK bisa menjadi pilihan. Jika lebih dari itu, AC 2 PK dapat menjadi solusi.
3. Membangun Green Building
Cara selanjutnya untuk efisiensi energi adalah dengan membangun green building. Bangunan ini dirancang untuk bekerja secara efisien dengan memanfaatkan struktur khusus, seperti area bukaan yang efektif sehingga lebih banyak cahaya matahari yang masuk menyinari bangunan.
Jadi, Anda tidak perlu menggunakan lampu dan pendingin ruangan di siang hari karena cahaya matahari membuat ruangan lebih terang dan angin yang berembus menyejukkan bagian dalam ruangan.
Salah satu contoh penerapan green building adalah Gedung Admin Building OPE milik Chandra Asri Group. Perusahaan energi di Indonesia ini membangun gedung admin pabrik dengan menerapkan efisiensi penggunaan sumber daya dan desain.
4. Menghemat Penggunaan Air
Menghemat penggunaan air juga menjadi upaya efisiensi energi yang bisa dilakukan karena air termasuk sumber daya yang perlu digunakan dengan bijak. Beberapa praktik yang bisa dilakukan adalah memeriksa kebocoran pipa air, mematikan air keran ketika tidak sedang digunakan, dan menggunakan sabun secukupnya agar bisa dibilas dengan air yang cukup.
5. Melakukan Audit Energi
Untuk bisa mengetahui ranah-ranah yang harus dievaluasi, Anda perlu mengetahui jumlah energi yang dikonsumsi. Di sini, Anda bisa melakukan audit energi dengan mengecek kesehatan peralatan, aliran energi, dan siklus produksi.
Cara melakukan audit energi adalah: pertama, Anda perlu menyiapkan tim audit internal dan data awal. Lalu, Anda bisa melakukan survei pada sumber utama dan sistem operasional.
Dari survei tersebut, Anda akan mendapatkan data yang kemudian dianalisis untuk bisa mengidentifikasi pemborosan, anomali, dan aspek yang memerlukan efisiensi. Setelah itu, Anda bisa menyusun laporan dari hasil analisis tersebut.
Demikian informasi tentang efisiensi energi. Hampir semua sektor dalam kehidupan membutuhkan energi untuk bisa beroperasi. Namun, pemanfaatan sumber daya yang tak terkontrol dapat berisiko memperburuk perubahan iklim.
Oleh karena itu, efisiensi energi bisa menjadi langkah strategis untuk tetap bisa menjalankan proses operasional, tetapi juga mengurangi dampak negatif pada lingkungan. Jadi, inilah saatnya mewujudkan industri berkelanjutan untuk Bumi yang lebih hijau!
Baca juga: Sedang Trending: dari Kebijakan MBG hingga Usulan WFH untuk Efisiensi Energi
Baca tanpa iklan