Apa Itu Efisiensi Energi dalam Sektor Industri dan Manfaatnya
Efisiensi energi adalah strategi yang dapat mengurangi pemborosan energi tanpa harus menurunkan kualitas kinerja.
Editor:
Content Writer
TRIBUNNEWS.COM - Saat ini, banyak pihak sudah mulai sadar bahwa pelestarian lingkungan itu sangat penting, terlebih karena dampak perubahan iklim yang semakin terasa. Salah satu taktik yang bisa dilakukan adalah efisiensi energi.
Efisiensi energi adalah mengoptimalkan penggunaan sistem untuk mencapai tujuan tertentu. Lantas, mengapa efisiensi penggunaan energi penting, khususnya pada sektor industri? Temukan jawabannya berikut ini.
Data Konsumsi Energi Indonesia
Tahukah Anda? Pada tahun 2023, sektor industri menjadi sektor yang paling banyak mengonsumsi energi, yaitu sekitar 40 persen dari total konsumsi energi. Menurut International Energy Agency, energi yang dikonsumsi sektor industri mencapai 2,7 juta terajoule.
Kemudian, konsumsi energi terbanyak kedua dan ketiga diduduki oleh sektor transportasi dan rumah tangga, yaitu 36 persen dan 14 persen. Komposisi sumber energi pada sektor industri meliputi listrik (27%), batu bara (27%), minyak bumi (9%), gas alam (24%), dan biofuel (13%).
Melihat angka-angka tersebut, dapat disimpulkan bahwa efisiensi energi di sektor industri sangatlah dibutuhkan. Tujuan efisiensi energi adalah menggunakan sedikit energi untuk mencapai hasil yang sama atau lebih baik dibandingkan dengan menggunakan lebih banyak energi.
Tidak hanya itu, efisiensi energi juga berperan dalam optimasi penggunaan sumber daya alam dan mengurangi dampak negatif pada lingkungan, mengingat sumber energi yang digunakan sektor industri dan sektor lainnya sebagian besar berasal dari energi fosil (minyak bumi, gas alam, dan batu bara) yang tak terbarukan.
Mengapa Efisiensi Energi Penting?
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, efisiensi energi adalah upaya yang dilakukan untuk memanfaatkan lebih sedikit sumber daya untuk mencapai tujuan atau menyelesaikan tugas.
Efisiensi energi adalah strategi yang dapat mengurangi pemborosan energi tanpa harus menurunkan kualitas kinerja. Lantas, mengapa efisiensi energi pada sektor industri penting? Berikut adalah sejumlah alasannya:
1. Meningkatkan Daya Saing
Penerapan efisiensi energi dapat mengurangi biaya produksi karena perusahaan menekan penggunaan sumber daya. Alhasil, perusahaan dapat memberikan harga yang lebih kompetitif dan memiliki daya saing.
2. Mengurangi Biaya Operasional
Praktik efisiensi energi adalah strategi yang ideal untuk menghemat biaya operasional, di mana perusahaan membuat proses bisnis yang lebih hemat listrik, sumber daya, dan bahan bakar.
3. Mengurangi Emisi Karbon
Perlu diketahui bahwa penggunaan energi tak terbarukan, seperti batu bara dan minyak bumi, secara berlebihan dapat meningkatkan produksi emisi gas rumah kaca. Emisi ini berperan dalam memperburuk pemanasan global dan perubahan iklim.
Dengan meningkatkan efisiensi energi, perusahaan dapat mengurangi emisi karbon dan menerapkan langkah-langkah ramah lingkungan. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah memanfaatkan energi terbarukan, seperti penggunaan panel surya.
Contoh pemanfaatan energi terbarukan di sektor industri adalah Chandra Asri Group. Perusahaan solusi energi, kimia, dan infrastruktur ini, melalui PT Krakatau Chandra Energi, mengoperasikan PLTS atap berkapasitas 102 kWp pada Juli 2020 yang langsung tersambung ke jaringan listrik perusahaan.
4. Meningkatkan Reputasi Perusahaan
Perusahaan yang berkomitmen pada pelestarian lingkungan dan langkah-langkah hijau seperti efisiensi energi tentu akan memiliki citra positif di mata publik, konsumen, dan investor. Publik akan melihat perusahaan sebagai entitas yang bertanggung jawab atas proses operasional yang dijalankan.
Baca juga: Manfaat Energi Surya Dorong Efisiensi Energi dan Dekarbonisasi di Sektor Industri
Contoh Efisiensi Energi
Penerapan efisiensi energi dapat dimulai dari sekarang. Anda bisa melakukan sejumlah upaya berikut untuk mewujudkannya:
1. Menggunakan Lampu LED
Upaya pertama yang bisa dilakukan adalah menggunakan lampu LED. Lampu ini menghasilkan lebih sedikit energi panas dibandingkan dengan lampu pijar dan bisa menyala lebih lama.
Departemen Energi Amerika Serikat menjelaskan bahwa lampu LED berstandar ENERGY STAR menggunakan energi 75% lebih rendah dibandingkan dengan lampu pijar sehingga lebih hemat energi.
2. Menggunakan AC Inverter
Penggunaan pendingin ruangan di gedung perkantoran sangatlah lazim. Namun, jika perangkat yang dipilih kurang efisien, biaya listrik perusahaan dapat membengkak. Salah satu pilihan pendingin ruangan yang dinilai lebih hemat energi adalah AC inverter.
AC jenis ini dapat mengatur suhu dingin mulai 10% hingga 100?ri kapasitasnya. Ketika suhu rendah, AC ini akan mengurangi kecepatan sehingga lebih hemat energi.
Lebih lanjut, banyak AC inverter dilengkapi dengan teknologi smart cooling fan yang beroperasi mengikuti kompresor. Jadi, energi tidak banyak terbuang ketika pergantian suhu.
Agar AC bisa bekerja dengan optimal dan hemat energi, pastikan Anda memilih PK yang tepat sesuai dengan luas ruangan. Umumnya, ruangan dengan luas 10–14 m2 cukup dengan ½ PK.
Lalu, ruangan 15–18 m2 bisa menggunakan ¾ PK dan 19–24 m2 1 PK. Ruangan Anda seluas 25–30 m2, AC 1 ½ PK bisa menjadi pilihan. Jika lebih dari itu, AC 2 PK dapat menjadi solusi.
3. Membangun Green Building
Cara selanjutnya untuk efisiensi energi adalah dengan membangun green building. Bangunan ini dirancang untuk bekerja secara efisien dengan memanfaatkan struktur khusus, seperti area bukaan yang efektif sehingga lebih banyak cahaya matahari yang masuk menyinari bangunan.
Jadi, Anda tidak perlu menggunakan lampu dan pendingin ruangan di siang hari karena cahaya matahari membuat ruangan lebih terang dan angin yang berembus menyejukkan bagian dalam ruangan.
Salah satu contoh penerapan green building adalah Gedung Admin Building OPE milik Chandra Asri Group. Perusahaan energi di Indonesia ini membangun gedung admin pabrik dengan menerapkan efisiensi penggunaan sumber daya dan desain.
4. Menghemat Penggunaan Air
Menghemat penggunaan air juga menjadi upaya efisiensi energi yang bisa dilakukan karena air termasuk sumber daya yang perlu digunakan dengan bijak. Beberapa praktik yang bisa dilakukan adalah memeriksa kebocoran pipa air, mematikan air keran ketika tidak sedang digunakan, dan menggunakan sabun secukupnya agar bisa dibilas dengan air yang cukup.
5. Melakukan Audit Energi
Untuk bisa mengetahui ranah-ranah yang harus dievaluasi, Anda perlu mengetahui jumlah energi yang dikonsumsi. Di sini, Anda bisa melakukan audit energi dengan mengecek kesehatan peralatan, aliran energi, dan siklus produksi.
Cara melakukan audit energi adalah: pertama, Anda perlu menyiapkan tim audit internal dan data awal. Lalu, Anda bisa melakukan survei pada sumber utama dan sistem operasional.
Dari survei tersebut, Anda akan mendapatkan data yang kemudian dianalisis untuk bisa mengidentifikasi pemborosan, anomali, dan aspek yang memerlukan efisiensi. Setelah itu, Anda bisa menyusun laporan dari hasil analisis tersebut.
Demikian informasi tentang efisiensi energi. Hampir semua sektor dalam kehidupan membutuhkan energi untuk bisa beroperasi. Namun, pemanfaatan sumber daya yang tak terkontrol dapat berisiko memperburuk perubahan iklim.
Oleh karena itu, efisiensi energi bisa menjadi langkah strategis untuk tetap bisa menjalankan proses operasional, tetapi juga mengurangi dampak negatif pada lingkungan. Jadi, inilah saatnya mewujudkan industri berkelanjutan untuk Bumi yang lebih hijau!
Baca juga: Sedang Trending: dari Kebijakan MBG hingga Usulan WFH untuk Efisiensi Energi
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.