Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Pesan Rismon untuk Roy Suryo dan Dokter Tifa: Silakan Cari Ahli Lain yang Satu Pendapat

Rismon Hasiholan Sianipar menandatangani kesepakatan restorative justice (RJ) terkait tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Pesan Rismon untuk Roy Suryo dan Dokter Tifa: Silakan Cari Ahli Lain yang Satu Pendapat
Tribunnews.com/Reynas Abdila
KASUS IJAZAH JOKOWI - Rismon Hasiholan Sianipar menandatangani kesepakatan restorative justice (RJ) dalam kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo dengan para pelapor di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (1/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Rismon Hasiholan Sianipar menandatangani kesepakatan restorative justice (RJ) terkait tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Mapolda Metro Jaya, sekaligus menyatakan keluar dari kelompok RRT untuk menegaskan independensinya sebagai peneliti.
  • Rismon menegaskan seluruh kontribusinya dalam penelitian bersifat independen tanpa koordinasi dengan pihak lain, dan menekankan perlunya menjaga proses ilmiah

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Rismon Hasiholan Sianipar menandatangani kesepakatan Restorative Justice (RJ) dalam kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo dengan para pelapor di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (1/4/2026).

Langkah damai tersebut sekaligus menandai keputusan Rismon untuk keluar dari RRT (Roy, Rismon, Tifa).

Ia menegaskan bahwa sikap yang diambil tanpa desakan serta intervensi manapun.

“Dengan keluarnya saya dari RRT, saya mengatakan bahwa itu murni independensi saya sebagai peneliti," tutur Rismon.

Rismon menyebut dirinya tidak memiliki kewajiban untuk berkoordinasi dengan pihak lain, termasuk Roy Suryo maupun Dokter Tifa

Seluruh kontribusi dalam buku yang sebelumnya dibahas merupakan hasil kerja independen masing-masing pihak.

Rekomendasi Untuk Anda

“Saya tidak wajib, tidak harus untuk memberitahu Pak Roy Suryo maupun Bu Tifa. Karena masing-masing yang ada di buku JWP, sekali lagi saya tekankan, masing-masing itu adalah pekerjaan independen tanpa ada koordinasi apapun, sekecil apapun tidak ada koordinasi," ungkapnya.

Ia juga mengingatkan agar penelitian tidak ditarik ke arah kepentingan politik.

Alumni Teknik Elektro Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 1998 itu mengaku mencium adanya kepentingan politik dalam polemik tersebut dan tidak ingin menjadi bagian dari hal itu.

“Saya punya alasan untuk saya menyatakan bahwa ada, saya mencium aroma yang kuat, ini untuk kepentingan politik. Makanya saya tidak mau jadi korban, saya tidak mau jadi korban eksploitasi," terangnya.

Terkait perbedaan pandangan, Rismon menyampaikan salam perpisahan kepada mantan koleganya termasuk Roy Suryo dan Dokter Tifa.

Rismon meminta agar Roy Suryo dan Dokter Tifa mencari ahli yang sependapat.

“Kalau ada pihak-pihak misalnya Pak Roy Suryo atau Bu Tifa yang mengatakan ini itu, silahkan cari ahli lain, nanti kita berargumentasi secara ilmiah dengan beradab. Mungkin mereka akan menemukan Rismon lain yang setuju dengan pendapat mereka," bebernya.

Ia memastikan tengah menyusun revisi hasil penelitiannya dengan memasukkan variabel tambahan seperti resolusi, geometri, dan pencahayaan. 

Hasil revisi tersebut rencananya akan dituangkan dalam tulisan lengkap.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas