Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

BMKG Prediksi Kemarau 2026 Lebih Kering dan Panjang, El Nino Berpeluang Muncul

BMKG catat hingga akhir Maret 2026, sebanyak 7 persen Zona Musim (Z0M) di Indonesia telah memasuki musim kemarau dan jumlah ini akan terus bertambah.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Lanny Latifah
Editor: Febri Prasetyo
zoom-in BMKG Prediksi Kemarau 2026 Lebih Kering dan Panjang, El Nino Berpeluang Muncul
Surya/Purwanto
MUSIM KEMARAU - Petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang melakukan perawatan tanaman kota dengan menyiram air di Jalan Gatot Subroto, Kota Malang, Jawa Timur, Senin (28/8/2023). BMKG catat hingga akhir Maret 2026, sebanyak 7 persen Zona Musim (Z0M) di Indonesia telah memasuki musim kemarau dan jumlah ini akan terus bertambah. SURYA/PURWANTO 

Ringkasan Berita:
  • Hingga akhir Maret 2026, sekitar 7 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau dan akan meluas pada April–Juni.
  • BMKG memprediksi peluang munculnya El Nino pada semester kedua 2026 dengan intensitas lemah hingga moderat.
  • Musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih kering dan lebih panjang, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan.

 

TRIBUNNEWS.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga akhir Maret 2026, sebanyak 7 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah memasuki musim kemarau.

Jumlah ini akan terus bertambah secara signifikan dengan sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mulai memasuki musim kemarau pada April, Mei, dan Juni 2026.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa beberapa wilayah yang telah memasuki musim kemarau adalah sebagian kecil wilayah Aceh, sebagian kecil wilayah Sumatera Utara, sebagian kecil Riau, sebagian Sulawesi Tengah, sebagian Sulawesi Selatan, sebagian Sulawesi Tenggara, sebagian kecil NTB, sebagian kecil NTT dan Maluku, serta sebagian kecil Papua Barat.

"BMKG akan terus memantau perkembangan dinamika iklim global dan regional serta menyampaikan pembaruan informasi secara berkala. Masyarakat diharapkan terus mengikuti informasi resmi yang disampaikan BMKG melalui berbagai kanal komunikasi yang tersedia," kata Faisal, dikutip dari laman resmi bmkg.go.id, Minggu (5/4/2026).

Peluang Berkembangnya Fenomena El Nino

Di sisi lain, Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan BMKG juga memprediksi peluang berkembangnya fenomena El Nino pada semester kedua tahun ini.

Rekomendasi Untuk Anda

El Nino adalah fenomena pemanasan suhu permukaan laut (SPL) di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur yang melebihi suhu normal.

Kondisi ini menyebabkan perubahan pola angin dan curah hujan di berbagai belahan dunia.

Hingga akhir Maret 2026, kondisi El Nino-Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) terpantau masih berada pada fase Netral.

Namun, pemodelan iklim menunjukkan bahwa ENSO dapat berkembang menjadi fase El Nino pada semester kedua tahun 2026.

"Pada saat ini, prediksi BMKG untuk intensitas El Nino berada pada kategori lemah hingga moderat dengan peluang 50-80 persen, dan mencatat adanya kemungkinan kecil (kurang dari 20 persen) fenomena ini berkembang menjadi kategori kuat," ujarnya.

Baca juga: Peringatan Dini BMKG Potensi Gelombang Tinggi Perairan Indonesia 5-8 April 2026

BMKG mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam menginterpretasikan data prediksi saat ini karena adanya fenomena spring predictability barrier, yakni penurunan drastis akurasi prediksi model cuaca dan iklim untuk ENSO saat belahan Bumi utara melewati periode musim semi (Maret, April, Mei). 

Akurasi prediksi El Nino yang dihasilkan pada periode Maret-April umumnya hanya andal untuk prakiraan tiga bulan ke depan, sehingga diperlukan expertise dalam pemahaman interaksi multi-faktor yang menyebabkan lahirnya kondisi El Nino maupun dampak telekoneksinya ke wilayah Indonesia.

Untuk itu, BMKG perlu terus memantau pembaruan data secara berkala dan mengkaji perkembangannya.

Senada dengan hal tersebut, bahwa tingkat kepercayaan (confidence) terhadap intensitas El Nino akan semakin tinggi pada hasil prediksi bulan Mei 2026.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas