Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Usut Korupsi Importasi, KPK Panggil Dua Pegawai Bea Cukai Muhammad Firdaus dan Umar Khayam

Penyidik kembali memanggil sejumlah saksi dari internal kepabeanan, telusuri konstruksi perkara kasus manipulasi jalur importasi di DJBC.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Usut Korupsi Importasi, KPK Panggil Dua Pegawai Bea Cukai Muhammad Firdaus dan Umar Khayam
DOK TRIBUNNEWS
KORUPSI DJBC - Jubir KPK Budi Prasetyo.(KPK) terus mendalami kasus dugaan tindak pidana korupsi dan gratifikasi terkait manipulasi jalur importasi barang di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan.  Pada hari ini, Senin (6/4/2026), penyidik kembali memanggil sejumlah saksi dari internal kepabeanan untuk menelusuri lebih jauh konstruksi perkara tersebut. 

Pengembangan penyidikan pada akhir Februari lalu juga berhasil membongkar praktik pencucian uang melalui pengelolaan tempat penyimpanan uang rahasia atau safe house. 

Dari hasil penggeledahan di dua apartemen yang berlokasi di Jakarta Pusat dan Ciputat, Tangerang Selatan, penyidik menemukan tambahan uang tunai senilai Rp 5,19 miliar yang disimpan secara rapi di dalam lima buah koper. 

Tempat persembunyian ini disewa dan dikelola oleh pegawai bawahan atas arahan langsung dari para tersangka utama.

Hingga saat ini, KPK telah menetapkan sedikitnya tujuh orang tersangka dalam pusaran kasus korupsi ini. 

Para tersangka dari unsur penyelenggara negara meliputi mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan (P2) DJBC Rizal, Kepala Subdirektorat Intel P2 DJBC Sisprian Subiaksono, Kepala Seksi Intelijen DJBC Orlando Hamonangan, serta Kepala Seksi Intelijen Cukai P2 DJBC Budiman Bayu Prasojo. 

Sementara itu, dari pihak pemberi suap, KPK menjerat Pemilik PT Blueray John Field beserta dua anak buahnya, yakni Ketua Tim Dokumen Importasi Andri dan Manajer Operasional Dedy Kurniawan.

KPK menegaskan bahwa setiap rupiah yang dikorupsi pada sektor penerimaan negara berdampak langsung pada kualitas pembangunan nasional. 

Rekomendasi Untuk Anda

Terlebih, cukai berfungsi sebagai instrumen fiskal untuk membatasi peredaran barang tertentu demi kemaslahatan masyarakat, sehingga kebocoran di sektor ini dinilai sangat merugikan negara dan memicu risiko sosial yang tinggi.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas