Soal Polemik Saiful Mujani, Ray Rangkuti Kaget Tudingan Makar Muncul dari Anak Muda
Pengamat politik Ray Rangkuti terkejut karena para anak muda di lingkaran Presiden Prabowo menuding Saiful Mujani melakukan makar.
Penulis:
Febri Prasetyo
Editor:
Garudea Prabawati
Ringkasan Berita:
- Saiful Mujani meminta Presiden Prabowo diturunkan saja lantaran menurutnya tidak bisa dinasihati.
- Permintaan Saiful dituding merupakan makar atau upaya menjatuhkan pemerintahan yang sah.
- Ray Rangkuti mengaku terkejut karena tudingan makar itu justru muncul dari anak muda di lingkaran Prabowo.
TRIBUNNEWS.COM - Ray Rangkuti, pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Lingkar Madani, mengaku agak terkejut karena Saiful Mujani dituding melakukan makar.
Sebelumnya, Saiful yang dikenal sebagai pendiri lembaga survei Saiful Mujani Research dan Consulting (SMRC) itu meminta Presiden Prabowo Subianto agar dijatuhkan saja karena dinilai tidak bisa dinasihati.
“Hanya itu. Kalau menasihati Prabowo, enggak bisa juga. Bisanya hanya dijatuhkan. Itu bukan menyelamatkan Prabowo, Itu menyelamatkan diri kita dan bangsa ini. Terima kasih,” kata Saiful dalam forum halal bihalal yang mengusung tema “Sebelum Pengamat Ditertibkan” dan digelar di Utan Kayu, Jakarta Timur, Selasa, (31/3/2026).
Setelah permintaan Saiful itu, muncul tudingan bahwa dia telah melakukan makar atau berupaya menjatuhkan pemerintahan yang sah. Namun, beberapa hari kemudian lewat keterangan kepada media, Saiful membantah melakukan makar dan menilai ucapannya sebagai sikap politik.
Sementara itu, Ray Rangkuti mengatakan istilah atau tudingan makar itu tidak berasal dari Prabowo sendiri.
“Bagi saya sendiri yang agak terkejut, istilah makar itu datang dari anak-anak muda di lingkaran Pak Prabowo. Makanya bagi pertanyaan saya, sebenarnya ini murni ungkapan pembantu Pak Prabowo yang anak-anak muda ini atau memang bagian dari rangkaian penitipan yang disebutkan oleh Pak Prabowo sebelumnya,” kata Ray dalam tayangan iNews, Minggu, (5/4/2026).
“Kalau ini murni dari datang dari anak-anak muda di lingkaran Pak Prabowo, saya menyesalkan ini dalam pengertian apa.”
Menurut Ray, para anak muda yang dilahirkan dalam tradisi demokrasi dan reformasi itu harusnya berhati-hati menggunakan kata makar dalam merespons perbedaan pendapat.
Dia ingin para anak muda bisa memberikan perubahan wajah pemerintahan Prabowo dan lebih santai menghadapi kritik atau perbedaan pendapat.
“Wajah itu dianggap tidak peduli pada hak asasi manusia, dianggap tidak peduli pada kebebasan berpendapat. Lalu kalau sekarang muncul istilah makar, itu justru malah menguatkan apa yang dibangun atau terbangun selama ini pada Pak Prabowo,” ucap pengamat itu.
Dia menyebut yang paling menyedihkan baginya adalah istilah makar itu justru datang dari anak-anak muda yang memiliki pendidikan baik dan pengalaman di luar negeri.
Baca juga: Saiful Mujani Minta Prabowo Diturunkan, Bisakah Dimaknai sebagai Dugaan Makar?
Lalu, Ray mengatakan kegiatan yang dilakukan oleh para pengamat politik adalah kegiatan yang demokratis dan dijamin oleh undang-undang sehingga ide-ide di dalam kegiatan itu juga dijamin oleh konstitusi.
Seruan Saiful Mujani agar Prabowo dijatuhkan
Dalam forum halal bihalal, Saiful mengkritik Prabowo dan menginginkan sang kepala negara diturunkan. Dia menilai Prabowo sudah tidak bisa diberi masukan agar pemerintahannya menjadi lebih baik.
"Presiden ini betul-betul sudah tidak presidensial,” kata Saiful.