Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Ramai Isu Lengserkan Prabowo Demi Selamatkan Bangsa, Ini Respons Relawan Prabowo

David Febrian menilai kritik terhadap pemerintah berubah menjadi narasi delegitimasi yang berbahaya bagi demokrasi.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: willy Widianto
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Ramai Isu Lengserkan Prabowo Demi Selamatkan Bangsa, Ini Respons Relawan Prabowo
Istimewa
KRITIK PEMERINTAH - Ketua Relawan Pasbata Jokowi, David Febrian melontarkan pernyataan sangat tegas terkait berkembangnya narasi yang dinilai tidak lagi sebatas kritik, melainkan mengarah pada upaya delegitimasi terhadap pemerintahan yang sah. 
Ringkasan Berita:
  • David Febrian menilai kritik terhadap pemerintah berubah menjadi narasi delegitimasi yang berbahaya bagi demokrasi.
  • Ia menyebut serangan terhadap pemerintah, TNI, dan Polri sebagai pola terarah yang dapat memecah persatuan bangsa.
  • Saiful Mujani menegaskan pernyataannya soal Presiden merupakan ekspresi politik, bukan upaya makar.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Ketua Umum Pasukan Bawah Tanah Prabowo (PASBATA) David Febrian melontarkan pernyataan sangat tegas terkait berkembangnya narasi yang dinilai tidak lagi sebatas kritik, melainkan mengarah pada upaya delegitimasi terhadap pemerintahan yang sah.

Ia menyinggung pernyataan yang beredar di ruang publik, termasuk yang dikaitkan dengan pengamat seperti Saiful Mujani dan Islah Bahrawi.

Menurutnya, pola komunikasi yang dibangun telah melewati batas kewajaran kritik dan cenderung mendorong opini publik untuk meragukan legitimasi negara.

“Kalau kritik itu berbasis data dan solusi, itu sehat. Tapi kalau yang dibangun adalah narasi seolah pemerintah tidak bekerja, seolah rakyat diabaikan, itu bukan lagi kritik itu provokasi yang berbahaya,” kata David dalam pernyataannya, Selasa(7/4/2026).

Ia bahkan menyebut pendekatan tersebut sebagai cara-cara yang tidak bertanggung jawab dan berpotensi merusak tatanan demokrasi.

“Ini cara pengecut. Ingin menjatuhkan kepercayaan publik tanpa berhadapan secara terbuka melalui mekanisme demokrasi,” ujarnya.

David juga menegaskan bahwa berbagai program prioritas pemerintah, seperti makan bergizi gratis (MBG) dan penguatan pendidikan melalui sekolah rakyat, merupakan bukti konkret kerja negara yang tidak bisa diabaikan begitu saja dalam narasi publik.

Rekomendasi Untuk Anda

“Program nyata ada, kerja nyata berjalan. Tapi itu sengaja tidak dibahas. Yang diangkat justru narasi negatif. Ini tidak objektif,” lanjutnya.

Lebih jauh, ia menilai serangan yang terus diarahkan kepada pemerintah, TNI, Polri, hingga Presiden menunjukkan pola yang tidak sporadis.

“Kita melihat ada pola. Serangan ini masif, berulang, dan terarah. Publik tidak boleh lengah membaca situasi ini,” katanya.

Di tengah meningkatnya tensi global, ia mengingatkan bahwa bangsa Indonesia tidak boleh terpecah oleh narasi yang memperkeruh keadaan.

“Negara ini rumah kita bersama. Jangan biarkan kepentingan tertentu memecah belah kita dari dalam,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap bersatu dan tidak mudah terprovokasi oleh opini yang menyesatkan.

“Kritik itu perlu, tapi harus bertanggung jawab. Jangan adu domba. Rakyat yang paling dirugikan,” ujarnya.

Dalam konteks demokrasi, ia menegaskan bahwa ruang kompetisi terbuka dan sah.

“Kalau ingin berkuasa, tunggu momentum demokrasi di 2029 nanti. Buktikan kapasitas dan gagasan. Jangan merusak kepercayaan publik dengan cara-cara yang tidak bermartabat,ngebet banget pingin berkuasa” pungkasnya.

Sebelumnya pengamat politik senior Saiful Mujani memberikan klarifikasi terkait pernyataannya yang ramai diperbincangkan publik soal ajakan menurunkan Presiden Prabowo Subianto.

Ia menegaskan bahwa pernyataan tersebut bukan bentuk makar, melainkan bagian dari ekspresi sikap politik dalam demokrasi.

Baca juga: Seskab Teddy Respon Seruan Saiful Mujani “Jatuhkan Presiden Prabowo

Klarifikasi tersebut merespons beredarnya video yang viral di media sosial. Dalam video Saiful Mujani menyebutkan bahwa salah satu cara untuk menyelamatkan bangsa adalah dengan melengserkan Prabowo Subianto dari jabatan Presiden RI.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas