Mengintip Gudang Motor MBG Sentul: Tembok Baru Dicat hingga Pagar Digembok
Menelusuri kesiapan motor listrik MBG di Sentul & Citeureup: Dari perakitan unit Emmo hingga realisasi anggaran negara yang ketat.
Editor:
Acos Abdul Qodir
Meski mengaku tidak memahami detail terkait perusahaan pemenang tender pengadaan, ketiganya bersikap protektif dengan melarang wartawan masuk lebih dalam atau sekadar mendekati unit motor listrik yang terparkir.
Ketegangan kecil berakhir saat truk pengangkut hendak keluar area.
Setelah memastikan gerbang terbuka dan memeriksa pengemudi truk, pria berkaus abu-abu tersebut meminta wartawan untuk segera memindahkan kendaraan dan meninggalkan lokasi secara halus.
"Hari ini tidak ada pimpinan yang bisa ditemui. Lagian ini hari Jumat, bukan hari kerja. Kalau Senin ke sini, mungkin ada," tutupnya.
Tak lama setelah wartawan keluar, pria tersebut segera menutup rapat gerbang dan menggembok pagar utama area pergudangan tersebut.
Pusat Perakitan di Area Kaisar Motorindo
Penelusuran berlanjut 10 kilometer ke arah Jalan Bioskop Atom, Citeureup, Kabupaten Bogor.
Di area pabrik milik PT Kaisar Motorindo Industri, ditemukan gudang dengan papan nama "PT Adlas Sarana Elektrik".
Area seluas lebih dari lapangan bola ini menjadi pusat aktivitas yang padat; mulai dari tumpukan suku cadang hingga puluhan motor listrik MBG yang terparkir di bagian dalam gedung.
Seorang pegawai mengungkapkan bahwa lokasi tersebut berfungsi sebagai tempat perakitan utama.
"Di sini ada gudang, tapi memang perakitan di sini. Dirakit di sini semua," ucapnya.
PT Adlas sendiri diketahui baru menyewa gudang tersebut selama dua bulan terakhir. Namun, kedatangan media direspons secara reaktif oleh sejumlah pegawai.
"Jangan foto video. Kalau saya dipecat, kamu mau tanggung jawab?" cetus salah satu pegawai di lokasi perakitan.
Baca juga: Purbaya Mengaku Kecolongan 21 Ribu Motor Listrik untuk SPPG, Langsung Setop Anggaran
Detail Pengadaan Emmo dan Realisasi Anggaran
Pengadaan ribuan motor listrik merek Emmo untuk operasional program MBG dilaksanakan oleh PT Yasa Artha Trimanunggal, perusahaan jasa logistik yang dimiliki oleh Yenna Yuniana.
Meski merek ini tergolong baru dengan desain yang baru didaftarkan akhir tahun lalu, unit tipe Emmo JVX GT seharga Rp49,95 juta per unit ini diklaim memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) mencapai 48,5 persen.
Hingga batas akhir kontrak pada 20 Maret 2026, penyedia berhasil merampungkan 21.801 unit dari target awal 25.644 unit, di mana sisa anggaran yang tidak terserap telah dikembalikan ke kas negara.
Baca tanpa iklan