Mengintip Gudang Motor MBG Sentul: Tembok Baru Dicat hingga Pagar Digembok
Menelusuri kesiapan motor listrik MBG di Sentul & Citeureup: Dari perakitan unit Emmo hingga realisasi anggaran negara yang ketat.
Editor:
Acos Abdul Qodir
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa pengadaan ini telah direncanakan sejak anggaran 2025 dan melalui mekanisme Rekening Penampungan Akhir Tahun Anggaran (RPATA) sesuai regulasi keuangan yang berlaku.
Saat ini, seluruh unit yang diproduksi di fasilitas manufaktur Citeureup tersebut masih dalam tahap penyelesaian administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN).
Pihak BGN memastikan pendistribusian ke kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah akan dilakukan secara bertahap setelah seluruh proses pencatatan aset selesai demi menjaga akuntabilitas program.
Baca juga: Pengadaan Motor Listrik BGN, Yahya Zaini: Sudah Lewati Mekanisme dan Disetujui Kemenkeu
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, menegaskan bahwa pengadaan motor listrik BGN sah secara regulasi karena telah disetujui Kementerian Keuangan dalam anggaran 2025.
Meski diimpor dari China, unit tersebut didatangkan dalam bentuk Completely Knock Down (CKD) untuk dirakit di Indonesia guna memberdayakan industri nasional.
Sinergi Logistik dan Catatan Teknis
Penelusuran lapangan ini mencatat akselerasi infrastruktur program MBG melalui aktivitas perakitan unit yang intensif di fasilitas kolaborasi PT Kaisar Motorindo dan PT Adlas Sarana Elektrik.
Strategi resource sharing (berbagi sumber daya) ini menunjukkan percepatan rantai pasok guna mengejar target operasional nasional.
Meski demikian, aspirasi mengenai administrasi teknis kendaraan dan dampak lalu lintas berat terhadap kerusakan jalan di sekitar lokasi menjadi ruang bagi otoritas terkait untuk memberikan klarifikasi demi menjaga transparansi serta akuntabilitas program. (Tim Liputan Khusus Tribun Network)
Baca tanpa iklan