Massa Berbaju Ojol Geruduk Kantor SMRC, Saiful Mujani Dituntut Minta Maaf soal Isu Makar
Puluhan pengemudi ojek online (ojol) menggeruduk kantor SMRC di kawasan Gondangdia, Jakarta Pusat, Selasa (14/4/2026).
Penulis:
Alfarizy Ajie Fadhillah
Editor:
Hasanudin Aco
Ringkasan Berita:
- Diduga massa ojol mendatangi kantor SMRC di Jakarta Pusat sebagai protes atas pernyataan Saiful Mujani yang dinilai mengajak menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto dari jalur konstitusional.
- Massa menuntut permintaan maaf terbuka serta meminta polisi mengusut dugaan makar, dengan ancaman aksi lanjutan jika tak dipenuhi.
- Di sisi lain, pengamat menyebut pernyataan tersebut sebagai ekspresi politik yang sah dalam demokrasi dan bukan pelanggaran hukum.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sejumlah warga yang menggunakan jaket ojek online (ojol) menggeruduk kantor Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) di kawasan Gondangdia, Jakarta Pusat, Selasa (14/4/2026).
Aksi ini merupakan buntut dari pernyataan pendiri SMRC, Saiful Mujani, yang dinilai provokatif karena mengajak masyarakat untuk menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto di luar jalur konstitusional.
Seorang orator dalam orasinya menegaskan bahwa pernyataan Saiful Mujani bukan lagi cerminan seorang cendekiawan, melainkan ajakan menuju makar dan kerusuhan.
"Dia (Saiful Mujani) maunya huru-hara, dia maunya chaos, dia maunya rakyat baku hantam. Ini sudah masuk delik makar karena dia terang-terangan menolak jalur impeachment dan memilih menjatuhkan presiden dengan konsolidasi massa," teriaknya di atas mobil komando.
Orator menyebut Presiden Prabowo Subianto adalah pemimpin sah yang dipilih oleh rakyat melalui proses demokrasi yang konstitusional.
Menurutnya, menghasut masyarakat untuk menggulingkan kekuasaan di luar jalur hukum adalah penghinaan terhadap jutaan suara rakyat Indonesia.
Dalam tuntutannya, massa ojol memberikan ultimatum keras kepada Saiful Mujani dan aparat penegak hukum.
Pihakinya menuntut dua hal.
"Pertama, Saiful Mujani harus meminta maaf secara terbuka kepada rakyat Indonesia melalui media televisi dan online. Kedua, kami meminta kepolisian segera mengusut tuntas dugaan ajakan makar ini," tegasnya.
Massa mengancam akan kembali dengan jumlah yang lebih besar jika tuntutan mereka tidak dipenuhi dalam waktu 3x24 jam.
Kondisi di depan kantor SMRC sempat memanas namun tetap terkendali dengan penjagaan ketat dari aparat kepolisian.
Duduk Pekara Kasus
Saiful Mujani sebelumnya melontarkan kritikan terhadap Presiden Prabowo Subianto.
Dalam video ceramah Saiful Mujani yang diunggah akun Instagram @leveenia dan kanal Youtube Sociocorner, Saiful berbicara mengenai cara menjatuhkan Presiden Prabowo.
Ia mengatakan cara prosedur formal pemakzulan tidak akan efektif menghadapi Prabowo.
“Alternatifnya bukan prosedur formal impeachment itu. Itu tidak akan jalan. Yang jalan hanya ini, bisa nggak kita mengonsolidasikan diri untuk menjatuhkan Prabowo, hanya itu,” ucap Saiful.
Baca tanpa iklan