Roy Suryo Cs Demo Adili Jokowi di DPR, Andi Azwan: Putus Asa, Cari Sensasi
Ketua Jokomi Mania, Andi Azwan menilai aksi demo Roy Suryo cs terhadap Jokowi di DPR RI hanyalah bentuk putus asa dan cari sensasi.
Penulis:
Rakli Almughni
Editor:
Garudea Prabawati
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM - Ketua Umum Jokowi Mania, Andi Azwan, menilai bahwa Roy Suryo cs sudah putus asa menghadapi perkara ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo, sehingga melakukan aksi demonstrasi di depan gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Menurut Andi Azwan, aksi demonstrasi yang dilakukan Roy Suryo cs merupakan bentuk mencari perhatian masyarakat tanah air.
Ia menyebut bahwa selama ini Roy Suryo berbicara di Polda Metro Jaya hingga berteriak, tidak digubris oleh publik.
"Desperate, putus asa untuk itu. Menurut saya, bosan lah dia (Roy Suryo) di Polda teriak-teriak enggak didengar, dicuekin gitu. Tukang nasi uduk aja ngelihatnya ngeleos kok," kata Andi Azwan, dikutip dari tayangan kanal YouTube Kompas TV, Jumat (17/4/2026).
"Sekarang dia mencari perhatian publik, mengadakan (demo) di depan DPR. Apakah diterima oleh anggota dewan? Kan enggak," sambungnya.
Senada Razman Nasution, Andi Azwan menyebut bahwa jumlah massa yang menghadiri aksi demonstrasi tersebut hanya sedikit.
"Mungkin ya, kalau saya lihat tuh hampir 3.000 orang yang hadir, 3.000 orang yang hadir itu, 2.500 tidak kelihatan orangnya," ujarnya.
"Yang ada cuma 500, dan 500 juga petugas-petugas kepolisian," imbuhnya.
Baca juga: Jokowi Didemo Roy Suryo Cs di DPR, Razman Nasution: Jumlah Massanya Tak Seberapa
Andi Azwan menegaskan bahwa aksi demonstrasi yang dilakukan Roy Suryo cs terhadap Jokowi di depan gedung DPR hanyalah mencari perhatian publik.
"Menurut saya, apa yang dilakukan itu adalah mencari sensasi di DPR, biar tetap menjadi spotlight dari media yang lain," tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, Roy Suryo bersama sejumlah elemen massa yang tergabung dalam Gerakan Aksi Ummat Melawan Ketidakadilan hingga kelompok UI Watch menggelar aksi bertajuk '1 Tahun membongkar ijazah palsu Jokowi'.
Tidak hanya itu, mereka juga melayangkan tuntutan keras terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Atribut aksi berupa spanduk dan poster besar bertuliskan "TANGKAP dan ADILI JOKOWI!"dan "MAKZULKAN GIBRAN" dibentangkan oleh Roy Suryo cs.
Dalam sebuah baliho yang dipasang di atas mobil komando, massa merinci poin-poin keberatan mereka, di antaranya:
- Kerusakan sumber daya alam yang dinilai parah.
- Peraturan yang dibuat berdasarkan kebutuhan kekuasaan.
- Pelemahan KPK.
- Masalah pendidikan anak bangsa yang terpinggirkan.
- Isu perpecahan bangsa melalui penggunaan buzzer.
(Tribunnews.com/Rakli)
Baca tanpa iklan