Model Pembinaan Narapidana Indonesia Dilirik Dunia, Dinilai Lebih Humanis dan Efektif
Di Bangli, delegasi menyaksikan langsung berbagai program pembinaan yang dirancang untuk membangun kemandirian warga binaan.
Penulis:
Eko Sutriyanto
Editor:
Erik S
HO/IST/Istimewa/HO
PEMBINAN NARAPIDANA - Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto membuka The 7th World Congress on Probation and Parole 2026 di Bali. Model pembinaan narapidana berbasis kearifan lokal Indonesia mulai dilirik dunia sebagai solusi krisis pemasyarakatan global, termasuk overkapasitas dan tingginya residivisme, setelah delegasi puluhan negara meninjau langsung praktik di lapangan
Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi menambahkan, forum ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi global sekaligus bertukar praktik terbaik antarnegara.
Dengan lebih dari 400 peserta dari 44 negara, kongres ini menegaskan bahwa tantangan pemasyarakatan bukan lagi isu domestik, melainkan persoalan global yang membutuhkan pendekatan baru.
Indonesia, melalui model berbasis kearifan lokal, kini mulai menempatkan diri sebagai salah satu rujukan.
Di tengah berbagai persoalan sistem pemasyarakatan dunia, pendekatan yang lebih humanis dan berorientasi pada pemulihan ini menjadi harapan baru bahwa proses pembinaan tidak hanya mengubah perilaku, tetapi juga mengembalikan manusia ke masyarakat secara utuh.
Berita Populer
Berita Terkini
Baca tanpa iklan