Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mendikdasmen Minta Kasus Siswa Olok-olok Guru di Purwakarta Tak Terulang

Abdul Mu'ti memastikan persoalan tersebut telah ditangani dan diselesaikan sesuai aturan yang berlaku.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Mendikdasmen Minta Kasus Siswa Olok-olok Guru di Purwakarta Tak Terulang
Tribunnews.com/Fahdi Fahlevi
KASUS DI PURWAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menanggapi kasus pelecehan guru oleh siswa SMAN 1 Purwakarta dengan mengacungkan jari tengah.  /Foto.dok 
Ringkasan Berita:
  • Menteri Pendidikan Abdul Mu'ti ikut menyoroti kasus pelecehan guru oleh siswa SMAN 1 Purwakarta.
  • Dia memastikan persoalan tersebut telah ditangani dan diselesaikan sesuai aturan yang berlaku.
  • Ia berharap kejadian serupa tidak berulang dan menjadi pembelajaran bagi semua pihak.
  • Pemerintah juga mengimbau sekolah menjaga lingkungan yang aman serta menanam.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menanggapi kasus pelecehan guru oleh siswa SMAN 1 Purwakarta dengan mengacungkan jari tengah. 

Dirinya memastikan persoalan tersebut telah ditangani dan diselesaikan sesuai aturan yang berlaku.

"Sudah ada laporannya dan sudah diselesaikan. Anak-anak itu kan sudah minta maaf kepada gurunya dan sudah kita selesaikan sesuai dengan peraturan menteri tentang sekolah aman dan nyaman," ujar Abdul Mu'ti usai Peluncuran Program Pelatihan Pendidikan Inklusif di SMPN 16 Jakarta, Senin (20/4/2026). 

Dirinya berharap kejadian tersebut tidak terulang di sekolah lain.

Menurutnya, peristiwa tersebut dapat menjadi pembelajaran penting bagi semua pihak. 

"Insya Allah itu menjadi pengalaman yang mudah-mudahan tidak terjadi lagi di tempat yang lainnya," katanya.

Abdul Mu'ti juga mengimbau seluruh satuan pendidikan untuk terus membangun lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, serta menanamkan nilai saling menghormati antara siswa dan guru.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurutnya komitmen tersebut sejalan dengan nilai-nilai dalam ikrar Pelajar Pancasila yang menekankan pentingnya menghormati guru dan orang tua sebagai bagian dari pembentukan karakter.

"Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman, saling menghormati. Ini bagian dari proses kita membangun peradaban dan akhlak yang mulia," pungkasnya.

Sebelumnya sebuah video pendek yang memperlihatkan aksi tidak terpuji sejumlah siswa SMA Negeri 1 Purwakarta beredar di media sosial dan menuai kecaman publik. 

Dalam rekaman berdurasi 31 detik tersebut, para siswa tampak mengolok-olok seorang guru perempuan di dalam ruang kelas.

 

 

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas