Komjen Pol Dedi Prasetyo: Polri Dorong Peran Polwan dalam Misi Perdamaian Dunia
Polri mendorong kesetaraan gender dan penguatan peran Polisi Wanita (Polwan) dalam misi perdamaian dunia yang inklusif dan berkeadilan.
Penulis:
Reynas Abdila
Editor:
Malvyandie Haryadi
Ringkasan Berita:
- Polri menegaskan komitmen mendorong kesetaraan gender dan memperkuat peran Polisi Wanita (Polwan) dalam misi perdamaian dunia yang inklusif.
- Komitmen ini disampaikan dalam pertemuan dengan delegasi United Nations Police Division, Faisal Shahkar, di Mabes Polri.
- Shahkar menekankan pentingnya peningkatan keterwakilan perempuan, termasuk pada posisi kepemimpinan senior dalam misi PBB, serta membuka ruang pengembangan kapasitas Polwan melalui program pelatihan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan komitmennya dalam mendorong kesetaraan gender dan penguatan peran Polisi Wanita (Polwan) dalam misi perdamaian dunia yang inklusif dan berkeadilan.
Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan delegasi United Nations Police Division Faisal Shahkar di Mabes Polri, Jakarta.
Dalam pertemuan itu, Faisal Shahkar menekankan bahwa peningkatan keterwakilan perempuan menjadi prioritas utama dalam misi perdamaian dunia.
“Kami mendorong peningkatan keterwakilan perempuan, termasuk pada posisi senior leadership dalam misi PBB. Indonesia memiliki potensi besar untuk berkontribusi lebih jauh dalam hal ini,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Ia juga menyebutkan bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa akan terus membuka ruang pengembangan kapasitas Polwan melalui berbagai program, termasuk pelatihan kepemimpinan seperti Female Commander Training.
Sebagai tindak lanjut, Polri secara aktif melaksanakan capacity building bagi Polwan melalui pelatihan berkelanjutan, baik di dalam negeri maupun melalui kerja sama internasional, guna meningkatkan kesiapan menghadapi dinamika penugasan di wilayah konflik.
Wakil Kepala Polri Komjen Dedi Prasetyo menegaskan bahwa institusi Polri terus membuka ruang setara bagi Polwan untuk berperan tidak hanya di fungsi pendukung, tetapi juga pada posisi operasional hingga kepemimpinan dalam misi internasional.
Salah satu capaian yang disorot adalah penugasan AKP Fajar Yuliyanto sebagai Gender-Based Violence Adviser pada misi United Nations Interim Security Force for Abyei, yang berperan dalam penanganan kekerasan berbasis gender serta perlindungan kelompok rentan di wilayah konflik.
Saat ini, Polri juga berkontribusi dalam berbagai misi perdamaian dunia, di antaranya:
140 personel Formed Police Unit (FPU) pada misi MINUSCA di Republik Afrika Tengah;
51 personel Individual Police Officer (IPO) yang tersebar di lima misi:
- 14 personel di MINUSCA (Afrika Tengah);
- 19 personel di United Nations Mission in South Sudan (Sudan Selatan);
- 9 personel di United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (Republik Demokratik Kongo);
- 6 personel di United Nations Peacekeeping Force in Cyprus (Siprus);
- 3 personel di UNISFA (Abyei).
“Polri berkomitmen untuk terus meningkatkan peran Polwan dalam misi internasional, termasuk melalui penguatan kapasitas, akses yang setara, serta kesempatan untuk menduduki posisi strategis di tingkat global,” ujar Wakapolri.
Selain itu, Polri juga memperkuat jejaring internasional melalui keterlibatan aktif dalam International Association of Women Police, organisasi global yang berfokus pada peningkatan kapasitas dan profesionalisme Polwan.
Polri telah berpartisipasi dalam berbagai kegiatan IAWP sejak 2020 dan direncanakan menjadi tuan rumah konferensi IAWP 2026 di Bali, yang diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat posisi Polwan Indonesia di tingkat global.
Kolaborasi antara Polri, UN Police, dan IAWP dinilai sejalan dengan upaya global dalam meningkatkan jumlah dan kualitas female peacekeepers, sekaligus memperkuat perspektif gender dalam operasi perdamaian.
Baca tanpa iklan