Target 2030 Bebas Kanker Leher Rahim, Kemenkes Genjot Imunisasi Nasional HPV
Keberhasilan eliminasi HPV tak hanya ditentukan oleh program pemerintah. Peran masyarakat penting dalam memastikan anak mendapatkan vaksin.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Willem Jonata
Jika sebelumnya vaksin diberikan dalam dua dosis, kini cukup satu dosis untuk anak usia 11 tahun.
Perubahan ini didasarkan pada perkembangan ilmu pengetahuan global yang menunjukkan efektivitas satu dosis dalam memberikan perlindungan optimal.
Sementara itu, anak usia 12 hingga 15 tahun tetap mendapatkan vaksin sebagai upaya kejar imunisasi.
Capaian Tinggi, Tapi Belum Merata
Secara nasional, capaian imunisasi HPV menunjukkan hasil yang cukup baik. Namun, tantangan masih terlihat pada pemerataan antar wilayah.
Masih ada sekitar setengah provinsi yang belum mencapai target optimal, meskipun secara nasional angkanya sudah tinggi.
Selain itu, kelompok anak di luar sekolah juga menjadi perhatian khusus karena berisiko tidak terjangkau program.
Meski imunisasi menjadi kunci, eliminasi kanker leher rahim tidak hanya bergantung pada vaksin.
Diperlukan pendekatan menyeluruh yang mencakup edukasi, skrining, hingga pengobatan.
Karena itu, pemerintah juga tengah memperkuat Rencana Aksi Nasional (RAN) eliminasi kanker leher rahim.
Program ini masih dalam proses penyesuaian agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.
Keberhasilan eliminasi HPV tidak hanya ditentukan oleh program pemerintah.
Peran masyarakat, terutama orang tua, sangat penting dalam memastikan anak mendapatkan vaksin.
Selain itu, edukasi juga menjadi kunci untuk menghilangkan keraguan terhadap imunisasi.
Dengan perlindungan sejak dini, diharapkan generasi perempuan Indonesia ke depan bisa terbebas dari risiko kanker yang sebenarnya bisa dicegah.
(Tribunnews.com/ Aisyah Nursyamsi)
Baca tanpa iklan