Target 2030 Bebas Kanker Leher Rahim, Kemenkes Genjot Imunisasi Nasional HPV
Keberhasilan eliminasi HPV tak hanya ditentukan oleh program pemerintah. Peran masyarakat penting dalam memastikan anak mendapatkan vaksin.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Willem Jonata
Ringkasan Berita:
- Kanker leher rahim masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan, padahal sebagian besar kasus sebenarnya bisa dicegah sejak awal
- Salah satu kunci utama pencegahan melalui program imunisasi Human Papilloma Virus (HPV) secara nasional
- Dengan perlindungan sejak dini, diharapkan generasi perempuan Indonesia ke depan bisa terbebas dari risiko kanker yang sebenarnya bisa dicegah
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Upaya menghapus kanker leher rahim di Indonesia kini masuk fase percepatan.
Pemerintah menargetkan eliminasi penyakit ini pada 2030, dengan salah satu kunci utama melalui program imunisasi untuk Human Papilloma Virus (HPV) secara nasional.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Kanker leher rahim masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan, padahal sebagian besar kasus sebenarnya bisa dicegah sejak awal.
Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan RI, dr. Indri Yogyaswari, MARS menjelaskan, imunisasi menjadi intervensi paling penting dalam strategi eliminasi.
Baca juga: Anak Ungkap Perjuangan Dina Mariana Lawan Kanker Rahim sejak 2021
“Imunisasi itu intervensi yang dianggap paling efektif dan efisien untuk pencegahan penyakit,” ungkapnya secara virtual dalam acara Kelas Jurnalis 2026: Perlindungan Sejak Dini dari HPV, untuk Semua di Jakarta Pusat diselenggarakan MSD Indonesia, Selasa (21/4/2026).
Strategi Global: 90-70-90 untuk Eliminasi HPV
Dalam upaya eliminasi, Indonesia mengikuti target global yang telah ditetapkan.
Tiga indikator utama menjadi acuan:
- Sembilan puluh persen anak mendapatkan vaksin HPV pada usia 15 tahun.
- Tujuh puluh persen perempuan usia 35-45 tahun menjalani skrining
- Sembilan puluh persen pasien yang memiliki lesi pra kanker atau kanker serviks menerima perawatan dan pengobatan.
Jika target ini tercapai, maka penyebaran kanker leher rahim bisa ditekan secara signifikan hingga mendekati nol kasus.
Program imunisasi HPV sendiri masuk dalam pilar pertama, yaitu layanan kesehatan, sebagai upaya pencegahan utama.
Program Nasional Dimulai dari Sekolah
Pelaksanaan imunisasi HPV di Indonesia dilakukan secara bertahap.
Dimulai sejak 2016 di satu provinsi, program ini terus diperluas hingga akhirnya menjadi program nasional.
“Di 2023, ini sudah bisa dilakukan nasional,” jelas dr. Indri.
Sasaran utamanya adalah anak usia sekolah dasar, khususnya kelas 5 dan 6. Pendekatan ini dipilih karena dianggap paling efektif menjangkau kelompok usia target dalam jumlah besar sekaligus.
Salah satu perubahan penting dalam program ini terjadi pada 2025.
Baca tanpa iklan