Respons Hendropriyono Soal Seskab Teddy Ditampar Jenderal Kopassus: Tidak Mungkin Terjadi
AM Hendropriyono, pastikan kabar Teddy Indra Wijaya ditampar oleh Panglima Komando Pasukan Khusus (Pangkopassus), Letjen TNI Djon Afriandi hoaks.
Editor:
Wahyu Aji
Ringkasan Berita:
- AM Hendropriyono menegaskan isu penamparan pejabat di Istana adalah hoaks dan tidak pernah terjadi.
- Komando Pasukan Khusus juga membantah kabar tersebut, menyebutnya tidak berdasar dan berasal dari sumber tak terverifikasi.
- Isu yang menyeret nama Djon Afriandi dan Teddy Indra Wijaya viral di media sosial, namun dipastikan tidak memiliki bukti faktual.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kabar yang beredar di media sosial mengenai dugaan insiden di lingkungan Istana Negara, Jakarta, mendapat bantahan tegas dari sejumlah pihak.
Isu tersebut menyebut adanya tindakan penamparan terhadap Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya yang ditampar oleh Panglima Komando Pasukan Khusus (Pangkopassus), Letjen TNI Djon Afriandi.
Mantan Kepala Badan Intelijen Negara, AM Hendropriyono, memastikan informasi tersebut tidak benar.
Ia menegaskan bahwa kabar tersebut merupakan hoaks dan tidak pernah terjadi.
"Itu informasi nggak bener itu. Kita lagi zaman begini mesti ngerti dong, itu kan hoaks itu. Enggak bener, enggak pernah ada kejadian seperti itu, enggak pernah. Saya kira kita semua paham ya, bahwa dalam lingkungan yang profesional dan penuh kehormatan, tidak mungkin terjadi tindakan seperti itu. Enggak benar," kata Hendropiryono dikutip dari akun media sosialnya, Jumat (24/4/2026).
Ia juga menyinggung pentingnya menjaga etika dan tidak menyebarkan informasi yang dapat merusak reputasi seseorang, termasuk terhadap pejabat yang tengah menjalankan tugas negara.
"Apalagi terhadap Teddy, seorang yang sedang menapaki karier yang cemerlang begitu. Jangan coba-coba gitu, kejamlah kita 'membunuh perdata' itu, ngga bagus. Moral dan etika bangsa, kita turun temurun dari orang tua kita ngga ada itu. Jadi Ngga benar itu," ujarnya.
AM Hendropriyono merupakan perwira yang lahir untuk Kopassus.
Awal karier karier militernya sebagai Komandan Peleton dengan pangkat Letnan Dua Infanteri di Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha), yang kini dikenal sebagai Kopassus.
Kemudian menjadi Komandan Detasemen, pernah menjabat sebagai Komandan Detasemen Tempur Para-Komando.
Ia dikenal sebagai salah satu tokoh militer terkemuka dari Korps Baret Merah (Kopassus).
Baca juga: Kopassus Bantah Isu Letjen TNI Djon Afriandi Lakukan Pemukulan di Istana: Itu Hoaks!
Hendropriyono pernah memimpin prajurit pilihan sebagai Komandan Prayudha Halilintar Kopassandha dalam menyisir hutan Kalimantan.
Baca tanpa iklan