Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH, Rocky Gerung: Kabinet Butuh Sosoknya, Mantan Napi tapi Intelektual
Akademisi sekaligus Pengamat Politik, Rocky Gerung memberikan tanggapan positif soal dilantiknya Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup (LH)
Penulis:
Faryyanida Putwiliani
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
Ringkasan Berita:
- Akademisi & Pengamat Politik, Rocky Gerung memberikan tanggapan positif soal dilantiknya Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup (LH)
- Menurut Rocky, Kabinet Merah Putih memerlukan tokoh seperti Jumhur Hidayat ini. Meskipun Jumhur pernah menjadi narapidana kasus penyebaran hoaks terkait UU Cipta Kerja, tapi bagi Rocky Jumhur adalah sosok intelektual.
- Rocky paham betul bahwa Jumhur banyak belajar soal ekonomi dan lingkungan dari Institut Teknologi Bandung (ITB).
TRIBUNNEWS.COM - Akademisi sekaligus Pengamat Politik, Rocky Gerung menanggapi soal dilantiknya Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup (LH) oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (27/4/2026).
Dalam pelantikan Jumhur Hidayat hari ini, Rocky diketahui ikut hadir di Istana Kepresidenan, menyaksikan sendiri prosesi pelantikan Jumhur.
Menurut Rocky, Kabinet Merah Putih yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto itu memerlukan tokoh seperti Jumhur Hidayat ini.
Meskipun Jumhur pernah menjadi narapidana kasus penyebaran hoaks terkait UU Cipta Kerja, tapi bagi Rocky Jumhur adalah sosok intelektual.
Rocky paham betul bahwa Jumhur banyak belajar soal ekonomi dan lingkungan dari Institut Teknologi Bandung (ITB).
"Ya sebagai wakil masyarakat sipil diundang untuk menjadi penanda bahwa kabinet itu juga jadi efektif kalau ada tokoh-tokoh mantan napi Jumhur Hidayat itu mantan narapidana, tapi dia seorang intelektual."
"Dia belajar tentang perburuan ekonomi, lingkungan dari ITB. Jadi karena dia saya kenal maka saya dampingi itu. Itu alasan saya ada di sini," kata Rocky dalam keterangan persnya usai acara pelantikan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (27/4/2025).
Ada 70 Juta Gen Z yang Tunggu Sikap Pemerintah soal Isu Lingkungan
Rocky menerangkan, keberadaan Kementerian Lingkungan Hidup sangat penting, terutama bagi para Gen Z yang peduli akan isu lingkungan.
Karena menurut Rocky ada 70 juta lebih Gen Z yang hingga kini masih menunggu sikap konkret dari pemerintah dalam menangani masalah lingkungan.
"Gini, ini itu dia jadi kementerian global bukan sekadar kementerian di Indonesia karena isu lingkungan itu isu global. Anda pergi ke mana-mana, Anda bertemu dengan muda, mereka akan tanya, 'Do you speak environmental ethics?' Dan di Indonesia ada 70 juta Gen Z yang menunggu sikap pemerintah terhadap lingkungan," jelas Rocky.
Generasi Z (Gen Z) adalah kelompok penduduk yang lahir antara tahun 1997-2012, dikenal sebagai digital native karena tumbuh bersama pesatnya teknologi dan internet.
Baca juga: Jumhur Hidayat Dilantik Jadi Menteri Lingkungan Hidup RI, Analis: Dimensi Politisnya Lebih Kuat
Rocky menambahkan, 70 juta Gen Z itu di 2029 nanti akan memiliki suaranya sendiri untuk memilih sosok pemimpin di Pemilu 2029.
Sehingga Rocky menilai, jika pemerintah masih terus diam akan isu lingkungan, maka itu akan membuat Gen Z yang memiliki basis suara besar di Pemilu 2029 akan merasa tidak ada yang merespons kegelisahan mereka selama ini.
Kemudian kini dipilihlah sosok Jumhur Hidayat sebagai Menteri LH, sekaligus untuk kepentingan pertandingan suara di Pemilu 2029 nanti.
Baca tanpa iklan