Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Usulan Gerbong Perempuan Dipindah ke Tengah, Ini Jawaban Dirut PT KAI

PT KAI Bobby Rasyidin merespons usulan Menteri PPPA soal pemindahan gerbon perempuan.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Reynas Abdila
zoom-in Usulan Gerbong Perempuan Dipindah ke Tengah, Ini Jawaban Dirut PT KAI
Tribunnews.com/Reynas Abdila
GERBONG PEREMPUAN - Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin merespons usulan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi agar gerbong khusus wanita dipindah ke tengah. Hal itu disampaikan di Stasiun Bekasi Timur, Rabu (29/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  • PT KAI Bobby Rasyidin merespons usulan Menteri PPPA soal pemindahan gerbon perempuan.
  • Bobby menuturkan tidak ada perbedaan dari aspek keselamatan antara gender laki-laki dan perempuan.
  • Usulan pemindahan gerbong perempuan agar tidak berada di titik paling rawan saat terjadi kecelakaan.

 

 


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin merespons usulan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi agar gerbong khusus perempuan dipindah ke tengah.

Menurutnya, posisi gerbong wanita di gerbong depan dan belakang untuk alasan kemudahan.

Bobby menuturkan tidak ada perbedaan dari aspek keselamatan antara gender laki-laki dan perempuan.

Baca juga: Mengenal Gerbong Perempuan, Jadi Sorotan Usai Menteri PPPA Usul Dipindah ke Tengah KRL

"Dari tingkat keselamatan tidak kita bedakan," kata Bobby di Stasiun Bekasi Timur, Rabu (29/4/2026).

Pemisahan gerbong khusus wanita tujuannya dari awal adalah mencegah terjadinya harassment atau pelecehan.

Rekomendasi Untuk Anda

Bobby menekankan bahwa gerbong khusus wanita juga diberikan pengamanan lebih dibanding gerbong campur.

"Selama ini kami melakukan pemisahan itu karena ada beberapa aspek, aspek pertama adalah supaya tidak terjadi yang namanya harassment, Yang kedua adalah memberikan kemudahan-kemudahan akses untuk para perempuan atau para wanita juga," kata Bobby.

Dirut PT KAI tak memberikan jawaban lugas perihal permintaan usulan tersebut.

Sebab menurutnya aspek kemudahan dan keselamatan yang diutamakan.

"Jadi untuk sementara aspek itu yang kita gunakan," sambungnya.

Sebelumnya, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi mengusulkan perubahan penempatan gerbong khusus perempuan pada rangkaian KRL.

Alasan Usulan Memindah Gerbong Perempuan 

Gerbong khusus wanita dalam rangkaian kereta KRL di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan.
Gerbong khusus wanita dalam rangkaian kereta KRL di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan. (Tribunnews.com/Kompas.com/Nadia Zahra)

Arifah mengatakan, usulan tersebut sudah disampaikan kepada  PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Selama ini, gerbong khusus perempuan ditempatkan di bagian depan dan belakang rangkaian kereta untuk menghindari penumpukan penumpang.

“Kalau tadi kami ngobrol dengan KAI, kenapa ditaruh di paling depan dan belakang itu supaya tidak terjadi rebutan. Tapi dengan peristiwa ini, kami mengusulkan kalau bisa gerbong perempuan ditempatkan di tengah,” ujar dia saat mengunjungi korban di RSUD Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026).

Arifah beralasan, perubahan gerbong khusus perempuan ini menjadi bagian tengah dinilai lebih aman, terutama dalam situasi darurat atau kecelakaan.

Dengan posisi tersebut, gerbong perempuan tidak berada di titik paling rawan saat terjadi kecelakaan.

Ia menjelaskan,gerbong bagian depan dan belakang dapat diisi penumpang laki-laki, sementara yang khusus perempuan berada di bagian tengah rangkaian.

“Jadi yang laki-laki di ujung depan dan belakang sementara yang perempuan di tengah,” jelasnya.
Meski demikian, usulan ini masih akan  dibahas lebih lanjut bersama pihak terkait.

KemenPPPA juga memberikan pendampingan psikologis bagi korban perempuan dalam kecelakaan antara KRL dan Kereta Argo Bromo Anggrek.

Insiden tabrakan KRL dan Kereta Argo Bromo Anggrek terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam.

Benturan keras menyebabkan lokomotif KA Argo Bromo Anggrek ringsek dan masuk ke dalam gerbong 10 (gerbong khusus wanita) yang berada di posisi paling belakang rangkaian KRL. 

Tercatat sebanyak 15 orang meninggal dunia dan 106 luka-luka. 

Pada Rabu (29/4/2026) pagi sebanyak 38 penumpang yang dirawat di rumah sakit sudah diperbolehkan pulang.

(Tribunnews.com/Reynas Abdila)

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas