5 Populer Internasional: IRGC Dilaporkan Ambil Alih Kekuasaan Iran - UEA Keluar dari OPEC
Rangkuman berita populer internasional, di antaranya Garda Revolusi Islam (IRGC) dilaporkan mengambil alih kekuasaan di Iran.
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Endra Kurniawan
Ringkasan Berita:
- Garda Revolusi Islam (IRGC) dilaporkan mengambil alih kekuasaan di Iran.
- Donald Trump menolak kritik Kanselir Jerman soal diplomasi dengan Iran.
- Teori konspirasi muncul setelah penembakan di acara Trump.
- Uni Emirat Arab resmi keluar dari OPEC.
- Penjual kartu Pokémon di Chile tewas dibunuh karena koleksi langka.
TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah peristiwa mewarnai pemeritaan dunia internasional dalam 24 jam terakhir.
Di Iran, laporan menyebutkan bahwa Garda Revolusi Islam (IRGC) telah mengambil alih kendali kekuasaan, menggantikan peran Pemimpin Tertinggi.
Sementara itu, di kawasan Teluk, Uni Emirat Arab membuat langkah mengejutkan dengan keluar dari OPEC, organisasi minyak dunia yang selama puluhan tahun menjadi poros kebijakan energi global.
Berikut berita populer Tribunnews di kanal Internasional selengkapnya.
1. IRGC Dilaporkan Ambil Alih Kekuasaan, Pemimpin Tertinggi Iran jadi Tak Punya Peran
Di tengah perang yang berkecamuk, struktur kekuasaan di Iran dilaporkan mengalami pergeseran.
Keputusan tertinggi yang biasa dilakukan oleh Pemimpin Tertinggi, kini bergeser ke Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).
Laporan terbaru dari Reuters mengungkap bahwa Teheran saat ini tidak lagi dikendalikan oleh satu suara tunggal dari kalangan ulama.
Sebaliknya, kendali negara kini berpusat pada lingkaran elit yang jauh lebih radikal dan berbasis pada kekuatan keamanan.
Kondisi perang memaksa Iran memusatkan pengambilan keputusan pada Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) dan IRGC.
Para pengamat menilai, Garda Revolusi kini tidak hanya memegang komando di medan tempur, tetapi juga mendikte arah kebijakan politik luar negeri Iran.
"Kita sedang menyaksikan transisi dari kekuasaan berbasis agama ke kekuatan militer yang nyata," ujar salah satu pengamat politik internasional.
Wafatnya Pemimpin Agung Ayatollah Ali Khamenei di awal konflik disebut menjadi titik balik hilangnya penyeimbang di internal pemerintahan.
Meskipun posisi Pemimpin Agung kini dijabat oleh putranya, Mojtaba Khamenei, peran tersebut dinilai lebih bersifat seremonial.
Kendali nyata atas program nuklir dan strategi regional sepenuhnya berada di tangan komandan IRGC.
Bagi Barat, pergeseran ini menjadi sinyal merah.
Baca tanpa iklan