Profil Ki Hajar Dewantara, Hari Lahir Jadi Hardiknas, Bapak Pendidikan, Dulu Diasingkan ke Belanda
Berikut ini profil dan sosok Ki Hajar Dewantara. Bapak Pendidikan Nasional yang hari lahirnya kini dirayakan jadi Hardiknas.
Penulis:
garudea prabawati
Editor:
Whiesa Daniswara
Ringkasan Berita:
- Hardiknas diperingati setiap 2 Mei, bertepatan dengan hari lahir Ki Hajar Dewantara.
- Ki Hajar Dewantara diasingkan ke Belanda karena mengkritik kebijakan pendidikan kolonial.
- Ia merupakan pendiri Tamansiswa.
TRIBUNNEWS.COM - Setiap tanggal 2 Mei, Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).
Di mana di tahun ini, Hardiknas jatuh pada Sabtu (2/5/2026).
Dikutip dari Pedoman Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026 di laman kemendikdasmen.go.id, tahun ini peringatan Hardiknas 2026 bertemakan 'Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua'.
Hardiknas diperingati setiap 2 Mei untuk mengenang jasa Ki Hajar Dewantara, tokoh penting dalam sejarah pendidikan Indonesia sejak masa penjajahan.
Pemerintah menetapkan peringatan ini melalui Keputusan Presiden Nomor 67 Tahun 1961 tentang Hari-hari Nasional yang Bukan Hari Libur.
Tanggal 2 Mei dipilih karena bertepatan dengan hari kelahiran Ki Hajar Dewantara, tepatnya pada 2 Mei 1889.
Ki Hajar Dewantara lahir dengan nama Raden Mas Soewardi Suryaningrat.
Ia dikenal sebagai sosok yang memperjuangkan kesetaraan akses pendidikan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Pada masa kolonial, Ki Hajar Dewantara secara lantang mengkritik pemerintah Hindia Belanda yang hanya memberikan akses pendidikan kepada keturunan Belanda dan kaum priyayi, mengutip laman Pemkab Gunung Kidul, Jumat (1/4/2026).
Baginya, pendidikan adalah hak semua orang dan menjadi kunci bagi bangsa untuk menjadi cerdas, mandiri, serta terbebas dari penjajahan.
Baca juga: Hari Pendidikan Nasional Diperingati Kapan? Apakah saat Hardiknas Libur?
Akibat kritik tajam tersebut, ia harus menerima konsekuensi berat berupa pengasingan ke Belanda bersama dua tokoh pergerakan lainnya.
Yakni Ernest Douwes Dekker dan Tjipto Mangoenkoesoemo.
Sepulang dari pengasingan, Ki Hajar Dewantara bersama rekan-rekannya kembali aktif dalam perjuangan pendidikan.
Mereka mendirikan lembaga pendidikan Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa atau Perguruan Nasional Tamansiswa.
Lembaga ini menjadi tonggak penting dalam membangun sistem pendidikan yang merakyat di Indonesia.
Baca tanpa iklan