Bentengi Generasi Muda dari Konten Negatif, Literasi Digital Harus Berakar pada Pancasila
Di era digital, Pancasila jadi benteng utama hadapi hoaks dan ancaman nilai bangsa. Literasi digital berkarakter jadi kunci ketahanan nasional
Penulis:
Ilham Rian Pratama
Editor:
Eko Sutriyanto
Ringkasan Berita:
- Penguatan ideologi Pancasila dinilai kian penting di tengah derasnya arus digital global
- Anggota Komisi I DPR RI Elita Budiati menegaskan Pancasila harus menjadi kompas moral menghadapi hoaks, ujaran kebencian, dan ancaman nilai kebangsaan
- Kolaborasi lintas sektor serta literasi digital berkarakter dinilai krusial untuk menjaga ketahanan nasional
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Di tengah pesatnya arus informasi dan dinamika global era digital, penguatan ideologi Pancasila dinilai semakin krusial sebagai fondasi ketahanan bangsa.
Hal ini ditegaskan oleh anggota Komisi I DPR RI, Elita Budiati, dalam Webinar Literasi Digital bertema “Penguatan Ideologi Pancasila” yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media (KPM) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Komisi I DPR RI pada Senin (4/5/2026) di Digi Studio, Ciputat Timur.
Dalam paparannya sebagai narasumber utama, Elita menyoroti bahwa perkembangan teknologi digital bagaikan pedang bermata dua.
Di satu sisi membawa berbagai peluang kemajuan, namun di sisi lain memunculkan tantangan serius seperti maraknya hoaks, ujaran kebencian, hingga penyebaran paham-paham yang dapat menggerus nilai kebangsaan.
Untuk itu, ia menilai bahwa Pancasila harus diposisikan sebagai pedoman utama dalam berperilaku di ruang digital.
“Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga menjadi kompas moral dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam aktivitas di ruang digital. Nilai-nilai Pancasila harus menjadi landasan dalam setiap interaksi kita,” ujar Elita.
Baca juga: Megawati Soekarnoputri: Pancasila Harus Jadi Ruh Hukum, Bukan Sekadar Tumpukan Undang-undang
Lebih lanjut, Elita menekankan pentingnya menyelaraskan literasi digital dengan penguatan ideologi.
Ia memandang bahwa kecakapan teknologi saja tidak cukup jika tidak diimbangi dengan karakter kebangsaan yang kuat.
Generasi muda, sebagai kelompok yang paling aktif di ruang siber, dinilai sangat perlu dibekali pemahaman utuh mengenai Pancasila agar mampu menyaring informasi secara mandiri dan tidak mudah terpengaruh oleh konten negatif.
Sebagai wakil rakyat, Elita juga mendorong terciptanya kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas, dan masyarakat luas untuk terus menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila secara berkelanjutan.
“Kita perlu memastikan bahwa nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman. Ini adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa,” ujarnya.
Webinar yang dipandu oleh MC Azizah dan dimoderatori oleh Ayu Amelia ini tidak hanya menghadirkan pandangan dari sisi kebijakan.
Turut hadir pula narasumber Rosarita Niken Widiastuti yang menyoroti betapa pentingnya peran media dan kemampuan berpikir kritis masyarakat dalam menjaga kualitas informasi publik.
Sementara itu, narasumber lainnya, Asep Setiawan, menggarisbawahi bahwa penanaman ideologi Pancasila paling efektif dilakukan melalui pendekatan pendidikan dan budaya sehari-hari.
Baca tanpa iklan