Dokter Magang Meninggal Dunia di Jambi, Menkes RI: Harus Ada Perbaikan Budaya Kerja di Rumah Sakit
Menkes RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan, jangan ada lagi dokter yang meninggal dunia karena budaya kerja yang buruk di rumah sakit.
Penulis:
Rizkianingtyas Tiarasari
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
Ringkasan Berita:
- dr. Myta Aprilia Azmy meninggal dunia pada Jumat (1/5/2026) diduga lantaran sakit yang disebabkan karena beban kerja berlebih.
- Terkait hal tersebut, Menkes RI Budi Gunadi Sadikin menekankan, ada budaya kerja yang tidak baik di rumah sakit yang harus diubah.
- Lebih lanjut, Budi menegaskan jangan ada lagi dokter yang meninggal dunia karena budaya kerja yang buruk di rumah sakit.
TRIBUNNEWS.COM - Menteri Kesehatan RI (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut, harus ada budaya kerja yang diperbaiki menyusul tragedi meninggalnya empat dokter yang menjalani program magang (internship) dalam tiga bulan terakhir, khususnya kasus terbaru wafatnya dr. Myta Aprilia Azmy.
Tercatat, ada empat orang dokter yang meninggal dunia dalam rentang waktu Februari hingga Mei 2026 saat menjalani Program Internship Dokter Indonesia (PIDI) di sejumlah rumah sakit di Indonesia.
1. Andito Mohammad Wibisono, dokter magang di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pagelaran, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat dan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Sukanagara, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, meninggal dunia pada Kamis (26/3/2026), dengan diagnosa akhir virus campak disertai gangguan jantung dan otak.
2. Kartika Ayu Permatasari, dokter internship di Rumah Sakit Bina Bhakti Husada, Kabupaten Rembang, wafat pada Rabu (25/3/2026) dengan diagnosa sementara anemia.
3. Edgar Bezaliel Hartanto, dokter internship di RS Bhayangkara, Kota Denpasar, wafat pada Jumat (17/3/2026) dengan diagnosa terakhir Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) disertai kompilasi syok (Dengue Shock Syndrome).
4. Myta Aprilia Azmy, dokter magang di Rumah Sakit K.H. Daud Arif, Kuala Tungkal, Jambi, yang meninggal dunia pada Jumat (1/5/2026). Selama magang, Myta diduga mengalami beban kerja berlebih serta perlakuan yang tidak manusiawi.
Atas kasus empat dokter internship yang meninggal dunia ini, Budi menyatakan, pihak Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) turut berbelasungkawa.
"Kementerian Kesehatan berduka sekali dan kita juga menyampaikan duka cita ini kepada seluruh orang tua dari empat dokter internship yang tahun ini wafat; dr. Andito, dr. Kartika, dr. Edgar, dan dr. Myta," kata Budi, dalam konferensi pers di Kantor Kemenkes RI, Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Dokter Myta Wafat Diduga karena Beban Kerja Berlebih
Khusus kasus dr. Myta Aprilia Azmi yang meninggal dunia diduga karena beban kerja berlebih, Budi menyebutkan bahwa ada banyak hal yang harus diperbaiki dalam pelaksanaan program internship di rumah sakit-rumah sakit di seluruh Indonesia.
Kata Budi, ada budaya kerja yang tidak baik di rumah sakit yang harus diubah, meski itu tidak mudah.
Baca juga: Soroti Jam Kerja hingga Cuti, Ini 4 Evaluasi Menkes usai Dokter Internship Meninggal di Jambi
Ia menegaskan, jangan ada lagi dokter yang meninggal dunia karena budaya kerja yang buruk di rumah sakit.
"Ini adalah proses yang sudah berjalan lama, program internship itu sudah 10 tahun berjalan. Kita juga melihat bahwa banyak perilaku-perilaku atau proses-proses dan budaya-budaya yang harus kita perbaiki," papar Budi yang meraih gelar sarjana di bidang fisika nuklir dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1988 itu.
"Karena budaya ini sudah berjalan sejak agak lama juga tidak mudah untuk merubah, tapi kita juga merasa yakin bahwa ke depannya hal ini tidak boleh terjadi lagi."
"Tidak boleh ada dokter yang wafat karena adanya budaya kerja yang tidak baik yang dilakukan di rumah sakit, baik itu dalam program koas (ko-asisten), dalam program internship, maupun dalam program PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis)."
Baca tanpa iklan