Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Virus Hanta Bukan Virus Baru, Pakar Jelaskan Cara Penularan hingga Gejala Awalnya

Penularan paling sering berasal dari lingkungan yang terkontaminasi kotoran tikus, bukan dari sesama manusia seperti covid-19.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
zoom-in Virus Hanta Bukan Virus Baru, Pakar Jelaskan Cara Penularan hingga Gejala Awalnya
cruisemapper
KAPAL MV HONDIUS. Tiga penumpang tewas di kapal pesiar Atlantik akibat dugaan hantavirus, WHO selidiki wabah langka di tengah laut. 

Ringkasan Berita:
  • Kasus virus hanta yang mengakibatkan korban jiwa di kapal pesiar internasional dan laporan kasusnya muncul di sejumlah negara, menuai sorotan di Indonesia
  • Banyak masyarakat langsung khawatir karena nama virus ini terdengar asing dan dikaitkan dengan kematian
  • Menurut Prof Dominicus, virus hanta berasal dari kelompok virus yang dibawa hewan pengerat atau rodensia, terutama tikus. Masyarakat perlu waspada, tapi tidak perlu panik berlebihan

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Virus hanta baru-baru ini jadi perhatian publik seiring muncul kasus pada kapal pesiar internasional dan laporan kasus di sejumlah negara.

Banyak masyarakat langsung khawatir karena nama virus ini terdengar asing dan dikaitkan dengan kematian.

Padahal menurut Guru Besar Bidang Ilmu PD3I Kedokteran Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya sekaligus Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI, Prof DR Dr Dominicus Husada DTM&H MCTM(TP), virus hanta sebenarnya bukan penyakit baru.

“Virus hantai adalah sesuatu yang kita sudah kenal cukup lama, bukan virus baru,” ujar Prof Dominicus pada media briefing virtual, Jumat (8/5/2026). 

Baca juga: Kasus Virus Hanta Ditemukan di Indonesia, Epidemiolog Soroti Sanitasi Lingkungan dan Populasi Tikus

Ia menegaskan masyarakat memang perlu waspada, tetapi tidak perlu panik berlebihan.

Rekomendasi Untuk Anda

“Tidak terlalu, kita tidak setakut itulah dengan hantai ini, tapi memang jangan sampai lengah,” katanya.

Menurut Prof Dominicus, virus hanta berasal dari kelompok virus yang dibawa hewan pengerat atau rodensia, terutama tikus.

“Biasanya dibawa oleh hewan pengerat, rodens. Yang paling sering itu tikus,” jelasnya.

Yang membuat banyak orang tidak sadar, virus ini tidak menyebar utama dari manusia ke manusia seperti Covid-19.

Penularan paling sering justru berasal dari lingkungan yang terkontaminasi kotoran tikus.

“Tertular biasanya melalui partikel virus yang ada di air kencingnya tikus. Atau kotorannya tikus, atau liurnya tikus,” ungkapnya.

Prof Dominicus menjelaskan partikel virus dapat beterbangan di udara, terutama di ruangan tertutup yang kotor dan jarang dibersihkan.

“Makin tertutup tempat itu, makin besar kemungkinan untuk berjadi. Kalau tikusnya membawa virusnya,” katanya.

Karena itu, gudang lama, loteng, rumah kosong, area lembap, hingga tempat penyimpanan barang menjadi lokasi yang perlu diwaspadai.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas