Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

WNA Jadi Operator Judi Online di Indonesia, Divhubinter Polri: Diundang Eks Veteran Kamboja

Brigjen Untung menyebut WNA yang datang dan bekerja di Indonesia sebagai operator judi online bukan scam.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Reynas Abdila
zoom-in WNA Jadi Operator Judi Online di Indonesia, Divhubinter Polri: Diundang Eks Veteran Kamboja
Tribunnews.com/Reynas Abdila
GEREBEK MARKAS JUDOL- Bareskrim Polri menggerebek markas judi online yang dioperasikan ratusan Warga Negara Asing (WNA) dari berbagai negara di Gedung Perkantoran Hayam Wuruk Plaza Tower, Taman Sari, Jakarta Barat, Sabtu (9/5/2026). 321 WNA tertangkap tangan sedang melakukan aktivitas operasional judi online. 

Ringkasan Berita:

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri Brigjen Pol Untung Widyatmoko mengungkap alasan sejumlah warga negara asing (WNA) datang ke Indonesia dan terlibat sebagai operator judi online.

Sebanyak 321 WNA bekerja sebagai operator perjudian online jaringan internasional yang terorganisir di mana 275 WNA di antaranya ditetapkan sebagai tersangka.

Baca juga: Brimob PMJ dan Bareskrim Gerebek Markas Judi Online Internasional Beroperasi di Jakarta Barat

"Alasannya? tentunya mereka ke sini ada yang mengundang. Yang mengundang siapa? Teman-temannya, eks veteran-veteran dari Kamboja, gitu," ungkapnya saat konferensi pers di Perkantoran Hayam Wuruk Plaza Tower, Taman Sari, Jakarta Barat, Sabtu (9/5/2026).

Brigjen Untung menyebut WNA yang datang dan bekerja di Indonesia sebagai operator judi online bukan scam.

Baca juga: 4 Mahasiswa Operator Judi Online yang Lari dari Kamboja dan Filipina Ditangkap di Benoa Bali

Mereka memang diajak dengan kesadaran penuh untuk bekerja oleh rekan-rekannya.

"Mayoritas WNA ini berasal dari Vietnam, Kamboja, Laos, Thailand, Myanmar, itu daerah Indo-Cina, ya," imbuhnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia juga menjelaskan alasan Indonesia dipilih sebagai lokasi aktivitas perjudian online tersebut.

Menurutnya Indonesia di satu sisi juga berupaya meningkatkan angka wisatawan mancanegara.

Namun sindikat ini memanfaatkan celah kejahatan untuk perjudian online.

"Kan kita juga sadar, di satu sisi pemerintah kita juga butuh adanya peningkatan angka pariwisata. Itu tidak bisa dipungkiri, ya. Kita butuh adanya kunjungan wisatawan ke Indonesia tetapi di sisi lain, memang ini ada seperti dua sisi mata uang, sisi terang dan sisi gelapnya," ujarnya.

Sebelumnya, Bareskrim Polri menggerebek markas judi online yang dioperasikan ratusan Warga Negara Asing (WNA) dari berbagai negara di Gedung Perkantoran Hayam Wuruk Plaza Tower, Taman Sari, Jakarta Barat, Sabtu (9/5/2026).

Dari penggerebekan itu sebanyak 321 WNA tertangkap tangan sedang melakukan aktivitas operasional judi online.

Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol Wira Satya Triputra menuturkan pengungkapan kasus ini tindak lanjut dari penyelidikan panjang berdasarkan informasi dari masyarakat.

“Dari hasil penyelidikan kami menemukan dugaan adanya aktivitas perjudian online yang dilakukan secara terorganisir dan melibatkan warga negara asing dari berbagai macam negara,” kata Wira saat konferensi pers di lokasi.

“Dari para pelaku yang berhasil kita amankan berjumlah 321 orang,” lanjutnya.

Baca juga: Sosok Umar Ali Sekda Morotai Dilaporkan Istri Kasus Pelanggaran Disiplin ASN hingga Judi Online

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas